Yaumapare Excellent Training Center Pertama di Mimika Yang Memberikan Sertifikasi Tingkat Nasional

Menggungting pita peresmian kantor Yaumapare Excellent Training Center, Rabu (27/7/2022).

Timika – Tabaos14 | Yuamapare Excellen merupakan lembaga training center di Kabupaten Mimika khususnya bahkan di Papua umumnya yang memberikan sertifikasi tingkat nasional kepada yang dikeluarkan oleh Kementrian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan Kementrian Energi Sumberdaya Manusia (ESDM).

Ginanjar Pulungan selaku penanggung jawab Yuamapare Excellen mengatakan, training centere ini di bawah naungan PT Amung Negelem Sejahtera (AMS) yang merupakan perusahaan putra daerah asli suku Kamoro.

“Angkatan pertama 15 siswa, angkatan kedua juga 15 siswa selanjutnya pada angkatan ke tiga sampai enam saat ini sampai september ada 130 siswa,”kata Ginanjar saat ditemui di kantornya usai peresmian kantor Yuamapare Excellen, Rabu (27/7/2022).

Menurutnya, dalam pelatihan itu ada dua program yakni program sponsorship dan komersial.

“Kedepan kami akan bekerjasama bukan hanya dengan pemerintah di Timika tapi pemerintah di Nabire , Intan Jaya, Merauke dan lain-lain. Sehingga kalau mereka membutuhkan pelatihan industri mereka bisa datang ke tempat ini dan kami akan memberikan asrama dan lain-lain,”ungkapnya.

Selama mengikuti pelatihan, kata Ginanjar targetnya itu akan sampai pada pembinaan. Pasalnya setelah bekerjasama dengan Disnaker dan perusahaan-perusahaan lain, maka database siswa training bisa diikutkan magang.

“Nanti setelah mereka magang dan sudah punya keahlian barulah kita distribusi ke perusahaan yang membutuhkan tenaga anak-anak Papua. Sampai saat ini sudah ada enam angkatan sebanyak 130 siswa,”katanya.

Untuk waktu pelatihan ini menurutnya akan berlangsung selama 18 hari ditambah 1 hari pembekalan.

“Mereka yang ikut pelatihan ini bukan langsung diterima tetapi dites terlebih dahulu, seperti interview dan seleksi berkas kemudian diberikan pembekalan. Pembekalan itu ada kesepakatan dimana kami akan test prosedur training, jika setuju baru mereka masuk kelas,”ujarnya.

Mewakili pemerintah daerah Kabupaten Mimika, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan,Septinus Timang memberikan apresiasi, sebab lembaga pelatihan kerja (LPK) Yaumapare Excellent Training Center saat ini sangatlah membantu setiap individu dalam mengembangkan ketrampilan yang dimiliki saat ini.

“Ini akan sangat penting perannya dalam menciptakan SDM-SDM yang handal sehingga dapat terjun dalam dunia kerja,mengingat Papua memiliki sumber daya alam yang amat melimpah,”ungkapnya.

Bahkan khusus Kabupaten Mimika sendiri juga menyimpan sumber daya alam yang melimpah dan saat ini memerlukan ketrampilan dan keahlian untuk dapat mengolah sumber daya alam tersebut.

“Kami pemerintah daerah akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam hal ini lembaga-lembaga dan juga Disnaker untuk dapat pelatihan kerja mengkontribusikan khususnya orang asli papua untuk bersaing dan mendapat tempat ditanah sendiri,”kata Septinus.

Sedangkan Kepala Bidang Tenaga Provinsi Papua, Hamsi Hamber, mengakui dari sisi infrastruktur yang dimiliki lembaga Yaumapare dari sisi peralatan untuk dua program yakni alat berat dan las sudah sangat cukup.

“Tapi inikan kami harus lakukan akreditasi dua program ini, karena kami akan lihat berkas-berkas yang mana ada persyaratan yang harus dilengkapi,”ungkapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komite Akreditasi Lembaga Pelatihan Kerja Papua,Jumi Wiyono bahwa dari sisi infrastruktur sudah sesuai dengan standar industri.

“Jadi semua lembaga pelatihan kerja baik itu lembaga pemerintah, lembaga pelatihan swasta maupun lembaga pelatihan industri seperti PT Freeport itu semua harus terakreditasi sesuai dengan Permenaker Nomor 34 tahun 2016 bahwa semua lembaga pelatihan kerja itu harus memenuhi standar mutu pelatihan,”katanya.

Sebagai ketua komite akreditasi lembaga pelatihan kerja Provinsi Papua,katanya dalam membina lembaga-lembaga pelatihan yang ada di Provinsi Papua itu sekaligus melaksanakan akreditasi.

“Kehadiran kami disini ini dalam rangka pembinaan, belum akreditasi dan belum digitasi karena akreditasi itu harus memenuhi standar mutu mulai dari mulai program pelatihannya, unit-unit kompetensi apa yang mereka laksanakan dalam pelatihannya,”kata Jumi.

Kemudian dilihat lagi struktur competent itu harus sesuai dengan kompetensi, serta dalam memberikan nilai kepada peserta didik itu juga harus sudah competent bahkan instrukturnya juga harus competent.

“Kami sudah lihat semua sarana prasarana di lembaga ini sangat mendukung dengan pelatihan dan tahun depan bisa akreditasi,karena di Timika kebanyakan perusahaan-perusahaan industri yang membutuhkan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

Pos terkait