WNA Kamboja Ditemukan Tewas di Kali Ternyata DPO Polres Mimika

Jenazah CH saat Dievakuasi TIM SAR dan pihak Kepolisian, Jumat (10/1/2020)

TIMIKA – Tabaos14     I     Warga Negara Asing (WNA) asal Kamboja  berinisial CH, yang ditemukan meninggal di kali di Wilayah Mapurujaya Distrik Mimika Timur, Jumat (10/01), ternyata seorang residivis yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Mimika.

CH terlibat dalam berbagai kasus pencurian kendaraan bermotor dan penggelapan di Kota Timika, beberapa tahun yang lalu.

Bacaan Lainnya

Hal ini disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gede Era Adhinata saat ditemui di Kantor Mapolres Mimika, Mile 32, Sabtu (11/01).

Kapolres Era mengatakan, saat ditemukan di kali tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada diri korban. Korban sendiri hidup di Timika menjadi imgran gelap dan tidak memiliki keluarga, selalu juga berpindah- pindah tempat.

Langkah yang diambil pihak kepolisian adalah melakukan visum untuk mengetahui penyebab kematian korban, namun sebelum melakukan visum pihaknya harus berkoordinasi dengan keluarga korban karena korban adalah seorang WNA. Tentu, ini akan menjadi satu kendala bagi pihak kepolisian.

“Kita akan berkoordinasi dengan Imigrasi dan bekerjasama dengan Konsulat dari negara Kamboja untuk menginformasikan ini karena status korban yang meninggal adalah warga negara Kamboja, ” kata Kapolres Era.

Dari informasi lapangan, diketahui korban bahwa ditemukan oleh seorang warga yang kebetulan melintas di sungai tersebut. Tepatnya, di bekas galian C.

Setelah mengetahui adanya sesosok mayat tersebut, wargapun melaporkan ke Polsek setempat. Dari informasi itu, anggota Polsek Mimika Timur yang didukung Satreskrim Polres Mimika dan Basarnas Timika, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi.

Menurut keterangan, evakuasi yang dilakukan sekitar pukul 17.30 Wit berjalan cukup sulit karena medan menuju TKP yang harus melalui aliran sungai, jaraknya juga  kurang lebih mencapai 500 meter dari akses Jalan Poros Mapurujaya.

Pada saat ditemukan, kondisi tubuh korban tersangkut di batang pohon besar dan dalam keadaan terlentang, dengan tatto di tangan sebelah kiri.

Sementara untuk kondisi korban sudah membusuk dan diperkirakan sudah tiga sampai empat hari, korban itu tenggelam.

Saat ini, jasad korban masih disemayamkan di RSUD Mimika dan masih menunggu untuk dilakukan visum.(**/samone)

Pos terkait