Warga Luar Papua Jangan Cari Mati Datang di Papua

  • Whatsapp

Papua kini berstatus Siaga Darurat. (Foto/ilustrasi: istimewa).

JAYAPURA – Tabaos14   I   Warga negara Indonesia dari luar Provinsi Papua diminta untuk tidak datang ke Tanah Papua dulu mengingat merebaknya Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) ke Papua, sampai masa Siaga Darurat yang ditetapkan Provinsi Papua ini masih diberlakukan.

Bacaan Lainnya

“Orang Jangan datang di Papua, ini kita tidak bicara Lock-down dan sebagainya. Kita bicara pakai akal sehat saja. Anda (Wartawan-red) juga harus kasih tahu agar mereka jangan datang ke Papua, kenapa? Karena kami ngurusin warga kami saja, kami nggak mampu. Apalagi kalau anda (orang dari luar Papua-red) datang ke Papua, itu sama saja dengan Anda bunuh diri. So tolong kasih tahu, orang dari luar, jangan datang ke Papua. Jangan datang. Fasilitas kita tidak menunjang untuk melakukan upaya pencegahan ini semua. Ini fakta yang harus kita sampaikan,” tekan Juru Bicara Satgas Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule saat diwawancarai Wartawan di Rumah Negara Provinsi Papua Dok V Atas, Selasa (24/03) siang.

Dasar penegasan itu disampaikannya saat sempat bersenda-gurau mengingat, agar wartawan juga tidak main-main dan harus waspada terlebih jika sedang mewawancarai narasumber seperti yang sedang dilakukan terhadapnya,”Kamu juga, Saya mau kasih takut lagi biar kamu juga waspada ya,” katanya.

Begini, jelas Sumule, dari perbincangannya bersama Satgas Pencegahan Covid Provinsi Papua. Dikatakan Sumule, ”Perhitungan kami, nanti akan didengarkan didalam, berapa banyak orang Papua yang akan terkena virus ini. Kita hitung menggunakan statistik, kalau kita ambil angka 20% saja maka itu akan ada 800 ribu orang Papua yang akan kena Covid-19 ini. Dari 800 ribu itu, 160 ribu itu nantinya harus dirawat di rumah sakit. Dari 160 ribu itu, ya, 24 ribunya akan dirawat di ruang perawatan biasa dan 8000 itu akan dirawat di ruang isolasi (rawan intensif care). Data kita dengan jelas mengatakan hari ini, jumlah tempat tidur di Papua ini, kita kan punya 45 rumah sakit, kita punya 15 rumah sakit rujukan. Kita punya jumlah tempat tidur itu sekitar 4200, ruang isolasi kita hanya 202. Tadi, saya bilang berapa yang harus dirawat, itu ada sekitar 8000. Apa kesimpulannya dari penjelasan prediktif ini,” tanya Sumule dihadapan wartawan.

Apa kesimpulannya menurut teman-teman wartawan, cecar Sumule lagi, yang dijawab wartawan bahwa itu jelas tidak memenuhi.

“So, apa yang kita bisa buat? Anda stay at home,” pesan Sumule yang ditanggapan wartawan,”Karantina Mandiri,” dan dijawab lagi oleh Sumule, “Iya.”

Barang atau jasa, mungkin boleh datang, tapi manusia, hati-hati. Jangan datang dulu ke Papua dan untuk sampai berapa lama, tegas Sumule, sampai situasi tanggap darurat ini masih ditetapkan. (sam)

  • Whatsapp

Pos terkait