Wamen PUPR : Pemanfaatan Limbah Freeport Merupakan Harapan Dan Program Presiden

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) John Wempi Wetipo Mengatakan bahwa pemanfaatan limbah merupakan harapan dari Presiden Joko Widodo. Oleh sebab itu pihaknya melakukan kunjungan ke PT Freeport Indonesia guna melihat proses pemanfaatan limbah tailing.

“Kami berkunjung atas undangan PTFI berkaitan dengan pemanfaatan tailing yang bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan. Program ini kan sudah menjadi program dari pemerintah Presiden Jokowi,” kata Wempi saat ditemui di Hotel Rimba Papua, Jumat (12/02/2021).

Bacaan Lainnya

Setelah melihat dan mendengarkan penjelasan Wempi menjelaskan bahwa pihak Manajemen PTFI sudah berjuang sejak lama, agar bisa sisa tambang ini bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur. Hal tersebut dikarenakan, banyak opini yang muncul bahwa tailing mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3).

Perjuangan yang dilakukan oleh manajemen PTFI tersebut hasilnya adalah Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga Kementerian yakni PUPR, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan BUMN tentang pemanfaatan tailing sebagai bahan infrastruktur pembangunan.

“Selain SKB tiga Kementerian adapun perjuangan PTFI juga menghasilkan rekomendasi dari Dirjen Bina Marga bahwa tentang pemanfaatan tailing,” jelasnya.

Wempi mengungkapkan, sebagai tindak lanjut SKB Tiga Kementerian beberapa waktu lalu tailing sudah dimanfaatkan dibeberapa daerah di Papua, khususnya untuk pembangunan infrastruktur jalan, seperti di Merauke dan Sorong. Yang mana memanfaatkan 15 ribu ton tailing.

Pemanfaatan tailing untuk pembangunan infrastruktur jalan, kata John sesuai dengan harapan dari Presiden Indonesia Joko Widodo, guna mempercepat konektivitas (jalan) antar daerah (Provinsi Papua, Papua Barat).

“Pembangunan infrastruktur jalan yang sudah dibangun kurang lebih sepanjang 3500 kilometer,” ungkapnya.

Menurut Wempi pembangunan infrastruktur jalan tersebut sudah mencapai 90 persen akses daerah di Papua dan Papua Barat terbuka. Dan masih ada beberapa ruas jalan baru yang akan dibuka. Sementara untuk penanganan maupun permintaan tailing masih dibawah kendali PTFI.

Hal ini bertujuan, agar tidak ada konflik kedepannya. Apalagi tailing ini sudah bisa dimanfaatkan untuk umum. Sehingga yang pastinya ada beberapa persyaratan harus dipenuhi untuk pemanfaatan tailing.

“Kalau ini tidak dikelola baik, maka akan ada kapling-kapling dan tailing itu didulang lagi. Dan itu akan terjadi konflik kedepannya. Karenanya, masalah tailing dibawah kendali Freeport, kami hanya memberikan rekomendasi bahwa tailing bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur,” tuturnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait