Vaksinasi Mandiri, Freeport Rencana Pakai Vaksin Dinopharm

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| PT Freeport Indonesia (PTFI) segera melakukan vaksinasi mandiri, nantinya akan menggunakan vaksin dari negara Cina yaitu Sinopharm. Vaksin tersebut masih satu pabrik dengan vaksin Sinovac yang di gunakan oleh pemerintah dalam program vaksinasi di Indonesia.

Vice Presiden Goverment Relation PTFI, Jonny Lingga mengungkapkan Freeport terus berusaha untuk mendatangkan vaksinasi jenis sinovam tersebut sebanyak 70.000 dosis dari Negara Cina. Selain itu PTFI juga berencana akan menambah lagi jumlah vaksinasi untuk masyarakat atau penduduk di sekitar Tembagapura.

Bacaan Lainnya

“Vaksinasi jenis Sinovam itu masih satu pabrik dengan vaksinasi jenis sinovac yang sementara ini digunakan oleh pemerintah,” kata Jhonny saat ditemui di gedung MPCC YPMAK, Selasa (23/3/2021)

Menurut Lingga, untuk ketersediaan Vaksin Sinopharm pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian kesehatan, juga telah mendaftar melalui Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) pusat, dan telah bersurat langsung kepada Bio Farma, serta berkoordinasi dengan BUMN juga iternasional SOS. Sampai sekarang memang belum ada jawaban dari pemerintah pusat. “Sebab vaksin jenis sinophram baru akan didatangkan pada kuartal kedua tahun ini atau sekitar bilang April 2021,” jelasnya.

Jonny mengatakan, untuk petunjuk tekhnis (juknis) mendatangkan vaksinasi jenis Sinovam itu, pihaknya masih menunggu surat dari Kementiran kesehatan. Sehingga ia berharap pemerintah dapat memprosesnya secara cepat. “Freeport pada intinya siap, tinggal menunggu barangnya ada, namun sampai sekarangpun harganya belum ditentukan oleh pemerintah, ” tuturJonny.

Jhonny mengungkapkan, PTFI telah mempersiapkan segala hal baik dari tempat penyimpanannya, termasuk tenaga untuk melakukan vaksinasi yang didatangkan dari internasional SOS. “Sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat, bagi vaksinasi gotong royong tidak boleh dicampur aduk dengan program vaksinasi dari pemerintah, dan vaksinator pun harus didatangkan sendiri,”ungkapnya

Senentara untuk rencana pekaksanaan vaksinasi, Jonny mengaku Management PTFI telah melakukan sosialisasi kepada karyawan agar bisa menerima vaksinasi tersebut. Jonny kepada wartawan mengatakan sebagian besar karyawan sudah menunggu untuk di vaksinasi agar bisa bekerja dengan baik dan bisa mengurangi resiko tertularnya covid-19.

“Bagi yang menolak untuk di vaksinasi tetap akan menerima resikonya, bahwasanya tetap akan dilakukan Swab da Rapid untuk turun naik Tembagapura, ” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait