TNI Harap Banyak Pemuda Mimika Jadi Prajurit

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto

 

TIMIKA – Tabaos14    I     Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengharapkan, pada periode mendatang semakin banyak pemuda-pemudi asal Kabupaten Mimika, Papua yang diterima menjadi prajurit TNI. Terutama setelah dibangunnya Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III di Timika ini.

“Kita berharap, nantinya sebagai markas komando untuk pertahanan keamanan negara, dibangunnya Mako Gabwilhan III di Timika ini juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mimika. Terutama mempengaruhi pemuda-pemudi setempat untuk menjadi anggota TNI dan Polri,” kata Marsekal Hadi di Jalan Poros Timika-SP5, Rabu (19/02).

 

Panglima TNI meyakini kehadiran dan keberadaan Markas Kogabwilhan III di Timika nantinya, dengan sendirinya menambah persentase pemuda-pemudi Mimika diterima menjadi prajurit TNI.

“Saya yakin, dalam kurun waktu 25 sampai 30 tahun ke depan akan banyak lahir jenderal-jenderal yang dilahirkan asli dari Mimika. Itu harapan kita semua,” ujarnya.

Kogabwilhan III mencakup empat provinsi di ujung timur Indonesia yaitu Maluku Utara, Maluku, Papua dan Papua Barat.

Meski Panglima Kogabwilhan III sudah dilantik sejak beberapa waktu lalu dan kini dijabat oleh Letjen TNI Ganip Warsito, namun markas komandonya belum juga dibangun. Sementara ini, Letjen Ganip bersama unsur pimpinan Kogapwilhan III berkantor sementara di Biak, di bekas Kantor Kogabwilhan lama yang dinilai sudah tidak representatif.

Pada akhir November 2019, TNI juga menerima penyerahan lahan oleh masyarakat Kepulauan Riau untuk pembangunan Markas Kogabwilhan I.

Keikutsertaan masyarakat dalam menyediakan lahan untuk pembangunan berbagai sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh TNI, merupakan wujud kecintaan dan rasa memiliki masyarakat kepada institusi TNI.

“Kami harapkan, kehadiran Kogabwilhan III di Tanah Papua akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Papua,” kata Marsekal Hadi.

Philipus Munaweyau selaku salah satu Kepala Suku Kamoro yang ikut melepaskan tanah hak ulayat kepada TNI, meminta Panglima TNI dan Kapolri memperhatikan generasi muda Mimika agar direkrut menjadi prajurit.

“Harapan kami orang tua di Mimika, tolong terima anak-anak kami menjadi prajurit. Selama ini banyak yang ikut test, tapi tidak lulus karena kami tidak punya uang. Kami orang sederhana, kami orang tidak berada. Tolong hal ini diprioritaskan,” harap Philipus. (**/samone)

Pos terkait