Tidak Terpengaruh Bom Makasar Tokoh Agama Dan Forkopimda Serukan Toleransi Di Mimika

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Guna mencegah terjadinya gejolak intoleransi pasca terjadinya kasus bom bunuh diri yang terjadi di Makassar ini Tokoh agama (Toga) dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang di prakarsai oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, melakukan pertemuan di kantor FKUB, Senin (29/3/2021)

Pertemuan yang juga di hadiri oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob tersebut sepakat membuat nota kesepakatan dan nota kesepahaman untuk menjaga toleransi antar umat beragama. Nota kesepahaman tersebut di buat agar umat beragama di Kabupaten Mimika tidak terprovokasi terhadap kasus bom bunuh diri tersebut.

Bacaan Lainnya

Adapun lima poin hasil kesepakatan yang dilakukan, pertama, perhatian dan rasa duka cita atas peristiwa yang mencederai rasa kemanusiaan untuk bangsa Indonesia.

Kedua, menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang mengatas namakan agama dalam rangka menjaga kesatuan NKRI.

Ketiga, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga kerukunan cinta damai dan toleransi antar umat beragama.

Keempat, menjadikan Kabuapten Mimika sebagai daerah yang terdepan dalam perlawanan terhadap paham dan tindakan yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

Kelima, menolak dan menyerahkan pelaku teroris yang terjadi di Makassar pada penegak hukum untuk penyelesaian secara hukum.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mimika, Utler Adrianus mengatakan tujuan dilaksanakannya kegiatan adalah untuk menyatukan presepsi antar tokoh agama dan pimpinan daerah guna mencegah terjadinya intoleransi dan menjaga kedamaian antar umat beragama di Mimika.

Lanjutnya, kejadian bom bunuh diri yang terjadi kata Utler harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika. “Jadi kita (Masyarakat, Pemerintah, FKUB, dan Keamanan) harus menarasikan (menyampaikan) tentang toleransi beragama, agar tidak ada reaksi masyarakat terkait kejadian di Makassar,” tegasnya.

Utler menyebutkan bahwa tidak ada satu pun agama yang mengajarkan tentang kekerasan dan menyakiti orang lain adalah sesuatu yang benar. “Dalam agama Islam ataupun agama apapun itu, tidak ada yang mengajarkan hal tersebut,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, Ignatius Adii mengajak seluruh pihak di Mimika tetap menjaga kerukunan umat beragama dan toleransi serta tidak terpancing ujaran kebencian. “Dari lima agama di Mimika, tidak ada yang mengajarkan yang salah, semua benar, yang salah itu kembali ke pribadi orang nya,” ujarnya.

Menurut Adii, menjelang perayaan Hari Raya Paskah, seluruh pihak harus bekerjasama dalam melakukan pengamanan karena hal tersebut merupakan wujud dari toleransi umat beragama.”Jangan sampai di Mimika ada oknum yang memanfaatkan kejadian di Makassar untuk menyebarkan kebencian atau narasi sejenisnya,” paparnya.

Selanjutnya Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan dirinya mengutuk tindakan terorisme yang dilakukan di Makassar. “kejadian di Makassar tidak boleh sampai terjadi dimana pun khususnya Mimika, maka dari itu peran FKUB, Aparat Keamanan dan Pemerintah sangatlah penting, untuk menjaga kebersamaan,” ungkapnya.

Jika ada informasi terkait dengan kemungkinan adanya kelompok yang dapat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat, Wabup berharap FKUB dapat memantau dan segera melaporkan hal tersebut kepada pihaknya (Pemkab) dan aparat keamanan.

Lima poin kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, Kapolres Mimka, AKBP I Gusti Gde Eradinata, Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf. Yoga dan Kepala Kejaksaan, Muhammad Ridosan dan Kepala Kemenag, Utler Adrianus dan Kepala FKUB Mimika, Ignatius Adii.

Ditempat yang berbeda Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal meminta kepada seluruh masyarakat Papua untuk bersabar dan menahan diri terhadap kejadian bom yang terjadi di Makasar. Wagub menilai sebagai ujian bagi umat Kristiani yang sedang dalam masa persiapan menghadapi pesta paskah. “Disini kita sebagai umat Kristen di uji oleh Tuhan bahwa ada tidak kasih dalam hatimu, ” ungkap Wagub Klemen di hanggar bandara Mozes Kilangin, Senin (29/3/2021)

Menurut Wagub Kasih Allah itu tidak seperti anda mengasihi saudaramu, bukan seperti anda mengasihi adikmu, atau anda mengasihi anakmu, jika anda mengasihi sesamamu termasuk orang yang membencimu, itulah kasih sesungguhnya. “Jika anda membenci orang yang membencimu maka anda bukan kristen, anda hanya Kristen KTP, ” ungkap Mantan Bupati Mimika itu.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait