Tidak Patuhi Protokoler Kesehatan 90 Orang Terjaring 11 Orang Positif Reaktif

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14  |  Sebanyak 90 orang yang terjaring dalam operasi pengawasan fasilitas umum menuju adaptasi hidup baru karena tidak mematuhi protokoler kesehatan di Jalan Budi Utomo depan Diana Market, Kamis (25/6).

Koordinator Pengawasan Fasilitas Umum Pos Diana, Yoan Teruan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaring sebanyak mungkin data kasus dan sekaligus mengedukasikan kepada warga untuk membiasakan menerapkan protokoler kesehatan menuju New Normal.

Muat Lebih

“ Satu-satunya cara yang bisa kita lakukan adalah displin melaksanakan protocol kesehatan disaat kita berada diluar rumah,” katanya ketika ditemui Tabaos14 di Pos Pengawasan Diana Kamis (25/6).

Menurut Yoan, dari hasil penjaringan tersebut dari 90 orang yang terjaring. Tim medis menemukan 11 orang yang dinyatakan reaktif anti body. Sedangkan dari 11 orang itu dua orang kabur sebelum dengar hasil pemeriksaan.

“ Dua orang pemuda kabur sebelum mendengar hasil pemeriksaan rapid test yang dilakukan tim medis di Pos Pemeriksaan Diana Supermarket. Yang kabur tadi dua orang positif, dua-duanya IgM-nya positif,” terangnya

Yoan menjelaskan, IgM atau Immunoglobulin M adalah indikator reaktif antibodi dalam pemeriksaan rapid test. Tubuh akan membuat antibodi IgM saat orang pertama kali terinfeksi bakteri atau virus sebagai bentuk pertahanan pertama tubuh untuk melawan infeksi. Sedangkan IGG atau Immunoglobulin G adalah jenis antibodi yang paling banyak ditemukan di dalam darah dan cairan tubuh lainnya.

“Ketika antigen seperti kuman, virus atau zat kimia tertentu masuk ke dalam tubuh, sel-sel darah putih akan ‘merekam’ antigen tersebut dan membentuk antibodi IgE untuk melawannya,” katanya.

Padahal dalam prosedur pemeriksaan, apabila terdapat pasien positif, petugas kesehatan akan memberitahukan sejumlah informasi terkait isolasi mandiri di rumah dan protokol kesehatannya.

“Bagi 9 pasien positif rapid test yang terjaring hari ini, dokter sudah beritahukan untuk lakukan isolasi mandiri dan lakukan protokol isolasi mandiri,” terangnya.

Data pasien positif reaktif ini selanjutnya dibagikan ke tim Puskesmas sesuai daerah tinggal para pasien. Tujuannya agar para tim medis dapat memantau pasien dalam 14 hari kedepan.

Penjaringan dan Rapid Test massal ini akan dilakukan satu pekan kedepan, dimulai sejak Kamis (25/6) hingga Kamis (2/7). Terdapat empat pos pemeriksaan yang tersebar, yakni di Depan Supermarket Diana, Depan Supermarket Awalin SP 2, Kompleks Pertokoan SP 3 dan Depan Polsek Kuala Kencana. Para warga yang tidak memakai masker dan helm standar akan dijaring untuk melakukan rapid test.

Reporter : Yonri
Editor : Tahir