Tidak Bisa Pulang Karena Penyekatan, Seorang Sopir Truk Diduga Cabuli Anak Dibawa Umur

  • Whatsapp
Ilustrasi pencabulan anak dibawah umur

Timika – Tabaos14 | Seorang Sopir truk yang diketahui berinisial KB alias SL (24) diamakan oleh Satuan Reskrim Polres Mimika, karena diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap Bunga (bukan nama sebenarnya) yang masih berusia 14 tahun.

Kejadian tersebut terjadi pada 14 Juli 2021 di sebuah rumah kos adik pelaku yang terletak di jalan  Irigasi Lorong Futsal. Akibat kejadian tersebut, ayah korban pada 17 Juli 2021 setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada ayahnya.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Hermanto, Kamis (29/7/2021) mengatakan, kejadian bermula ketika Bunga yang saat itu berada di rumah rekannya di jalan Cenderawasih Mapurujaya hendak pulang ke rumahnya di Timika.

Yang mana pada saat itu Bunga memilih naik truk untuk peluang ke rumahnya, ia lalu menahan sebuah truk yang lewat di jalan tersebut untuk menumpang ke Timika.

“korban langsung naik dan mengatakan kepada sopir atau pelaku, saya mau pulang. Pelaku menjawab, ko ikut kaka naik dulu. Kemudian korban bilang baru saya pulang bagaimana. Pelaku menjawab nanti balik baru kaka antar ko pulang,” kata Hermanto.

Menumpangi truk pelaku ke Kota Timika, keduanya sempat menyempatkan diri untuk mengantarkan barang muatan dibeberapa titik di dalam kota Timika, kemudian korban beberapa kali meminta kepada pelaku untuk mengantarnya pulang.

Pelaku lalu mengajak korban ke rumah kosan adiknya yang ada di jalan Irigasi lorong futsal dengan alasan hendak mencas handphone. Di kos tersebut korban terus meminta pelaku untuk segera mengantar dirinya pulang.

Pelaku akhirnya bersedia mengantarkan korban pulang kerumahnya menggunakan sepeda motor, namun pada saat yang bersamaan telah terjadi penyekatan PPKM, kemudian keduanya kembali kerumah adik pelaku.

“Pelaku bilang kalau begitu kita balik ke rumah kos saja, korban bilang iya sudah, nanti saya tidur bagaimana,” kata Hermanto.

Kemudian keduanya kembali ke rumah kos adiknya pelaku yang berada di Irigasi lorong futsal, sampai di kos, korban disuruh masuk ke dalam kamar untuk menunggu saja di kamar, kemudian pelaku masuk lalu menghampiri dan mengambil handphone korban dan langsung mengunci pintu kamar.

Saat pintu kamar dikunci tersebut pelaku lalu melakukan tindak pencabulan tehadap korban.

“Menurut keterangan dari korban bahwa pelaku ini sudah kenal lama dan biasa ikut menumpang. Pengakuan dari korban dirinya dipaksa oleh pelaku,” kata Hermanto.

KB saat ini sudah diamankan oleh pihak kepolisian Polres Mimika guna mempertanggung jawabkan perbuatannya di depan hukum. KB akan dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

Pos terkait