Terpidana Dana BOS SMA Negeri 1 Mimika di Bawa ke Lapas Perempuan Jayapura, Terpidana Kooperatif Bayar Denda dan Biaya Perkara

Para terpidana saat tiba di Lapas Perempuan Kelas III Jayapura bersama Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mimika, Donny Stiven Umbora, SH, Kasi Pidsus, serta Staf Timotius Paulus Rumanasen.

Timika – Tabaos14 | Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika membawa terpidana dana BOS SMA Negeri 1 Mimika Tahun Anggaran 2019 ke Lapas Perempuan Kelas III Jayapura antara lain mantan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mimika berinisial SB dan Kepala SMA Negeri 1 Mimika berinisial MA.

Kepala Kejari Mimika, Sutrisno Margi Utomo, SH MH dalam keterangan tertulis, Jumat (17/6/2022) menjelaskan pihaknya bersama Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Mimika, Donny Stiven Umbora, SH, Kasi Pidsus, serta Staf Timotius Paulus Rumanasen sebagai pengawal telah mengeksekusi para terpidana Pada hari Kamis tanggal 16 Juni 2022 sekira Pukul 07.45 WIT, menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-3762 telah mengeksekusi para terpidana perkara tindak pidana penyalahgunaan dana BOS dan Bantuan Operasional Pendidikan Orang Asli Papua (BOP-OAP), pada SMA Negeri 1 Tahun Anggaran 2019 ke Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas III Jayapura yang berada di Distrik Arso Kabupaten Keerom.

Perjalanan udara dimulai dari Mimika ke Jayapura, setelah turun dari Bandara Sentani Jayapura dilanjutkan dengan perjalanan darat menempuh jarak sekitar 75 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 57 menit menuju Distrik Arso Kabupaten Keerom.

Setelah sampai di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas III Jayapura di Keerom, Tim Jaksa Eksekutor diterima oleh Kasubsi Admisi dan Orientasi mewakili Kepala Lapas Perempuan Klas III Jayapura, Ibu Alfonsina Hindom, selaku dan Pengelola Sistem Data Base Kemasyarakatan, N.T. Silas Enoch beserta jajaran.

Menurut Kajari Mimika pihak Lapas Perempuan Kelas III Jayapura merasa senang karena baru pertama kali Lapas tersebut dikunjungi Kajari. Ia menyebutkan memang jarak tempuh yang begitu jauh, hal ini menjadi tantangan bagi para petugas, juga keluarga terpidana jika mau membesuk.

“Mereka senang dan mengatakan baru kali ini Lapas dikunjungi Kajari, Bapak adalah orang pertama yang berkunjung kemari. Karena jaraknya jauh dan belum ada angkutan umum,” ungkapnya.

Setelah melengkapi administrasi pelaksanaan eksekusi lalu diterima para terpidana. Eksekusi dilaksanakan berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Klas I Jayapura Nomor 32/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Jap. tanggal 18 Februari 2022, dan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan dari Kepala Kejaksaan Negeri Mimika selaku Jaksa Eksekutor Nomor Print-156/R.1.16/Fu.1/03/2022 tanggal 09 Maret 2022.

Para terpidana berlaku kooperatif yakni pada hari Rabu tanggal 15 Juni 2022 menyelesaikan kewajibannya di Kejaksaan Negeri Mimika dengan membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta dan biaya perkara masing-masing sebesar Rp 10 ribu sehingga total yang dibayar dan langsung disetorkan ke Kas Negara sebesar Rp.100.020.000.

Pada hari itu juga langsung disetorkan uang pengganti sebesar Rp. 516.918.025, yang sebelumnya dititipkan pada Rekening Penampungan Lainnya (RPL) 141 Kejaksaan Negeri Mimika pada BNI Cabang Mimika disetorkan ke kas negara sebagai PNBP Kejari atas penuntasan perkara tindak pidana korupsi.

“Meskipun biaya penanganan perkara di Kejaksaan setahun hanya dibiayai satu perkara dengan biaya sangat minim, namun hasilnya dapat dimaksimalkan untuk kepentingan bangsa dan negara,”ujarnya.

Dengan demikian langkah Kejari Mimika ini telah membuktikan bahwa penanganan perkara bukan semata-mata memenjarakan orang semata, namun upaya pemulihan kerugian negara dapat dilakukan dengan paripurna dengan adanya upaya pembayaran uang pengganti, juga upaya penerimaan negara dari denda dan biaya perkara yang dibayar dengan penuh kesadaran oleh para terpidana.

Pos terkait