Ternyata Penyebab Pencaker Membludak Di Mimika, Perusahaan Rekrut Karyawan Dari Luar

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Dinas tenaga kerja dan transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mimika mengungkap bahwa jumlah Pencari kerja (Pencaker) di Mimika membludak tiap tahun, tetapi perusahaan yang ada saat membuka Lowongan kerja (Loker) selalu diam-diam dan tidak terbuka kepada pemerintah Kabupaten.

Dari data Disnsker Mimika Angka Pencari Kerja (Pencaker) di Kabupaten Mimika mencapai 15 000 orang pencaker setiap tahun. Tetapi di saat Pandemi ini hanya mencapai 8 sampai dengan 9 ribu Pencaker.

Bacaan Lainnya

“Pencaker khusus untuk orang Papua di Mimika sudah mencapai hampir 5000 an orang, kalau digabung dengan teman – teman pendatang itu sekitar 8 sampai 9 ribu itu total di masa Pandemi, sementara kalau situasi normal bisa 11 sampai 15 ribuan orang,” kata Kepala Disnaker Mimika saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (28/5/2021).

Yanengga mengungkapkan Pemerintah daerah salu bertanya karena tiba – tiba perusahaan setiap tahun sudah merekrut 1000 atau 2000 tenaga kerja dan rata-rata pekerja dari luar Kabupaten Mimika. Hal tersebut di karenakan perusahaan – perusahaan merekrut tenaga kerja tidak melapor dahulu kepada Dinas Ketenagakerjaan.

“Kami juga bingung masuk dari mana kok tiba-tiba perusahaan tersebut punya karyawan ribuan, mereka masuk dari mana,”ungkapnya.

Yanengga menegaskan guna mengatasi masalah tersebut pihaknya akan mengambil langkah tegas yaitu setiap perusahaan harus melapor kepada Pemkab Mimika jika membuka Loker. Dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan Bupati agar para pemilik perusahaan di Mimika bisa dikumpulkan untuk diberikan pemahaman agar kedepan rekrutmen bisa terarah.

“Kita panggil dan kita datangi perusahaan – perusahaan penyalur tenaga kerja, agar jika ada lowongan bisa koordinasi dengan kita. Jadi informasi lowongan harus dikeluarkan melalui Disnakertrans, dokumennya kita terima lalu kita lanjutkan ke pihak perusahaan supaya kita pastikan pencaker dari Timika mendapat kesempatan,” Tegasnya.

Menurut Yanengga hat tersebut dilakukan bukan untuk bermaksud mengintervensi setiap perusahaan dakam hal perekrutan karyawan, tetspi Disnakertrans memiliki kewenangan untuk mengontrol dan mengawasi agar sistem perekrutan dapat dilaksanakan sesuai dengan aturan.

“Kita awasi artinya orang yang benar memiliki KTP dan berdomisili Timika, bisa terekrut dengan tujuan kalau sudah bekerja dia punya pajak penghasilan pasti masuk ke Daerah, kalau direkrut dari luar yah pajak penghasilan bukan lari ke Mimika tapi malah keluar,” tuturnya.

Yanengga menambahkan bahwa langkah yang diambil oleh Disnakertrans tersebut harus di dukung oleh banya pihak. Hal tersebut dikarenakan nantinya dampak positif benar – benar dirasakan bukan saja oleh Pemda Mimika, tetapi juga masyarakat khususnya dalam hal dampak perputaran ekonomi.

“Kalau dari sini paling tidak perputaran uang juga bisa beredar disini. Karena juga dilihat dari perputaran ekonominya. Kita harapkan semua manajemen yang mau rekrut karyawan agar bisa mengambil tenaga dari Timika saja,”ujarnya.

Reporter : Enol

  • Whatsapp

Pos terkait