Terkonfirmasi 5 Pelajar MD Dalam Kecelakaan Sungai Sempor Sleman DIY

  • Whatsapp

Sungai Sempor di Sleman D.I. Yogyakarta. (Foto: Sindonews/Google)

 

Bacaan Lainnya

SLEMAN – Tabaos14    I    Memastikan situasi terakhir pada lokasi pencarian para korban kecelakaan banjir di Sungai Sempor Kabupaten Sleman Provinsi DIY Yogyakarta, diperoleh update informasi dari jaringan wartawan AMSI pada, Jumat (21/02) Pukul 20.10 WIB.

Laka Sungai yang dialami peserta Pramuka Pelajar SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman itu, diketahui bahwa, peserta terdiri dari pelajar Kelas 7 sebanyak 129 dan Kelas 8 sebanyak 128, sehingga total keseluruhan pesertanya 257.

Dari proses pencarian oleh Tim Gabungan diinformasikan bahwa terupdate jumlah korban dari 124 pelajar Kelas 7, terkonfirmasi 107 pelajar dan 2 (dua) meninggal. Sedangkan 17 Pelajar lainnya belum terkonfirmasi atau masih dalam pencarian. Sementara untuk dari 125 pelajar Kelas 8 nya, terkonfirmasi sebanyak 125 dan 2 (dua) meninggal.

Nama korban meninggal yang berhasil ditemukan dan terkonfirmasi meninggal dunia terdiri Lima Pelajar. Terdiri atas nama
1. Nur Azizah (8A) – Klinik SWA
2. Latifa Zulfa (8B) – Puri Husada
3. Sofia Aulia (8C) – Klinik SWA
4. Arisma Rahmawati (7D)
5. Khoirun nisa (7C) – Puskesmas Turi

Atas musibah itu, semua tim relawan atau masyarakat yang menemukan korban apapun kondisinya, dihimbau untuk menyerahkannya ke pihak Puskesmas Turi yang langsung berada pada Penanggung jawab Pramuka Peduli Kwarcab Sleman, Taufiq Andi Wibowo.

Update Pukul 15.30 WIB

Sebelumnya dilaporkan pada sekitar Pukul 15.30, Enam meninggal dunia. Enam murid lain mengalami luka ringan, sedang 5 lain masih dalam pencarian.

Atas peristiwa itu, ada lebih dari 180 personel dari personel gabungan masih melakukan pencarian 5 murid yang masih harus dikonfirmasi keberadaannya. Personel gabungan menyusuri tepian sungai untuk mencari murid yang masih hilang meskipun dalam kondisi hujan gerimis. Sebanyak 239 murid yang selamat dari insiden telah terdata oleh pihak sekolah dan tim gabungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Joko Suprianto menyebutkan bahwa, insiden itu bermula saat para pelajar pramuka SMP Negeri 1 Turi melakukan kegiatan pramuka dengan menyusuri Sungai Sempor yang berada di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Ketika melakukan penyusuran tersebut, arus air tiba-tiba deras dan volume air meningkat akibat kiriman dari hulu sungai.

Saat update informasi ini diperoleh, BPBD  Kabupaten Sleman telah mendirikan pos komando di lokasi kejadian dan terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, sukarelawan dan warga setempat.

Nama-nama korban dalam insiden penyusuran sungai dan terkonfirmasi pada Pukul 15.30 WIB terdiri dari Sofia Aulia, Kelas 8, alamat Sumberejo. Arisma, Kelas 7, alamat Ngentak Tepan. Nur Azizah, Kelas 8, alamat Kembang Arum. Latifa, alamat Kembang Arum. Dua lainnya terdata, belum teridentifikasi.

Insiden ini menjadi pembelajaran bersama sehingga insiden serupa dapat dihindari. Apabila akan melakukan kegiatan penyusuran sungai, ini harus dilakukan oleh orang dewasa dan terlatih. Anak-anak dan remaja dilarang untuk melakukan penyusuran sungai mengingat sangat berisiko tinggi. Perlu juga memberitahu aparat pemerintah dan keamanan setempat. Di samping itu, aktivitas penyusuran dilakukan pada saat musim kemarau. Ketika ini dilakukan pada musim hujan, risiko air menjadi tinggi mengingat apabila hujan terjadi di sekitar hulu sungai akan berdampak pada arus dan volume air sungai hingga ke bagian hilir.

Informasi update ini diperoleh Suwardi Sinaga dari Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo. (*/Samone)

  • Whatsapp

Pos terkait