Tak Ada Keterwakilan Suku Kamoro Pertanyakan Keputusan Pansel DPRP Kursi Otsus

  • Whatsapp

Suasana saat Konferensi Pers Lemasko Pertanyakan Keputusan Pansel DPRP Otsus Papua. (Foto: Yondri Revolt)

TIMIKA – Tabaos14    |     Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko) mempertanyakan keputusan panitia seleksi Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) kursi 14 atau jalur Otonomi Khusus (Otsus) Papua, menyusul tak adanya perwakilan masyarakat Suku Kamoro.

Bacaan Lainnya

Foto : Yondri Revolt

Dalam konferensi pers yang dilakukan, Selasa (26/05) diungkap Wakil Ketua I Lemasko, Marianus Maknaipeku bahwa secara kewilayahan, seharusnya Kamoro masuk dalam wilayah adat Bomberai. Termasuk dalam hal ini Mimika. Namun, dirinya menyayangkan saat diketahui tidak adanya keterwakilan Suku Kamoro di DPRP perwakilan Otsus itu.

“Ada tujuh orang yang dipilih, tapi boleh dikatakan mereka pun orang yang meskipun sama-sama Papua, bukan asli dari Mimika. Satupun perwakilan Kamoro tidak ada di DPRP dan kami pertanyakan hal tersebut,” tegas Marianus.

Marianus membenarkan, Lemasko sebenarnya sudah mengusulkan satu nama yang diseleksi Lemasko itu sendiri dan nama yang dimaksud ialah dirinya. “Saya satu-satunya perwakilan suku Kamoro, namun itu pun tidak dipilih,” ungkapnya.

Ketua Lemasko, Gregorius Okoare menambahkan, pihaknya meminta Gubernur Papua, Lukas Enembe untuk memberikan keadilan bagi pihak suku Kamoro. Ia menilai, kejadian tersebut jelas merugikan orang Papua sendiri.

“Ini sebutannya, ‘orang Papua memakan orang Papua sendiri.’ Karena yang mewakili Mimika ini sebenarnya Urbanisasi. Sama-sama orang Papua yang datang dan hanya tinggal disini,” ujarnya.

“Kami meminta ini dihold (jeda) sementara waktu. Ini harus dilihat. Termasuk keterwakilan kami dalam hal sisi budaya. Karena ini yang mewakili adalah orang Meepago. Padahal, kami ini Bomberai,” katanya.

Sementara perwakilan Badan Musyawarah Adat Lemasko, Hendrikus Atapamame menegaskan, dalam hal kebudayaan, pihaknya bukan ‘masyarakat wilayah pegunungan tengah’. “Gubernur jangan suruh saya masuk wilayah pegunungan tengah, karena saya beda. Tolong ditulis,” tutupnya.

Informasi yang diperoleh tabaos14.com menjelaskan, rencana pengumuman final dari hasil seleksi 40 nama menjadi 14 nama akan diumumkan diakhir bulan Mei 2020 mendatang. Namun diketahui jelas, tanggal pasti pengumumannya.(Yondri)

  • Whatsapp

Pos terkait