Tagih Janji Sekda, FPHS Palang Ruangan Bupati, Wabub dan Sekda

  • Whatsapp
Pintu masuk menuju ruang Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika dipalang oleh FPHS Kamis (2/12/2021).

Timika-Tabaos14 |  Pintu masuk utama menuju ruangan Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika dipalang Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop, Kamis (2/12/2021).

Pintu tersebut, dipalang dengan papan yang dipuku secara melintang di pintu tersebut. Bukan hanya papan yang di paku, warga juga memalang tersebut dengan meja dan duduk di depan pintu masuk.

Bacaan Lainnya

Sekretaris II Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS), Elfinus Omaleng, saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan bahwa pemalangab dilakukan karena pihaknya menilai Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael Gomar, dinilai tidak menepati janjinya.

Elfinus mengatakan bahwa, dua minggu yang lalu pihaknya telah melakukan aksi demo di Kantor Bupati Kabupaten Mimika terkait dengan kepemilikan saham 4 persen kepada pemilik hak ulayat dan korban permanen FPHS Tsingwarop.

Pada waktu, pihaknya bersama warga ingin membuat tenda di depan kantor Bupati Mimika sampai apa yang menjadi tuntutan pihaknya harus didengar dan diakomodir oleh pemerintah daerah.

Namun, pada saat itu Sekertaris Daerah (Sekda) Mimika, Michael Gomar, melalui telepon seluler dari Jakarta, meminta kepada dirinya agar tidak melakukan aksi pemalangan.

Sekda berjanji setelah dirinya dari Jakarta, dirinya akan memfasilitasi pertemuan dengan pemerintah pusat, pemerintah Provinsi, pemerintah Kabupaten Mimika dan masyarakat pemilik hak Ulayat areal pertambangan PT Freeport Indonesia yaitu FPHS

” Waktu itu, kita sampaikan ke orang tua, tidak jadi kita tidur disini. Besoknya pak Sekda tiba,dia undang saya, pak ketua dan Sekretaris I. Dalam pertemuan pak Sekda bilang dia akan fasilitas pertemuan antara tiga pihak, beliau bilang dia akan komunikasikan dengan pak bupati dan setelah itu akan panggil kami lagi untuk tindaklanjuti itu. Kami kasih waktu dua hari, tapi setelah dua hari kami telepon pak Sekda dia tidak respon sampai dengan saat ini,”kata Elfinus.

Elfinus mengatakan,pihaknya akan membuka palang, jika Sekda Mimika datang bertemu dengan pihaknya dan menepati janjinya.

“Kuncinya pak Sekda bawa datang hitam diatas putih kesepakatan siap untuk fasilitas pertemuan. Kita sudah turun di lapangan. Kasian, cukup kita di kantor saja, tidak mau turun ke PT Freeport, tidak mau ganggu fasilitas umum kita langsung disini. Sekda harus datang mau buka diri,”kata Elfinus.

Sampai berita ini diturunkan Pintu masuk utama menuju ruangan Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika masih dipalang Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop.(sel)

Pos terkait