Stok Obat Anti Malaria di Mimika Menipis Hanya Bertahan Sampai Minggu Ini

Kepala Dinkes Mimika Reynold Ubra.

Timika – Tabaos14 | Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra menyampaikan saat ini stok obat anti malaria (OAM) di Kabupaten Mimika tengah menipis. Jumlah stok obat yang ada saat ini hanya sekitar 400 blister.

“Itu kalau saya hitung kemungkinan bisa bertahan sampai sekitar hari Kamis minggu ini,” ujarnya kepada awak media di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Senin (30/5/2022).

Oleh karena itu, kata Reynold, Pemkab Mimika akan meminjam OAM dari Kabupaten lain untuk memenuhi stok di Mimika.

“Kami akan pinjam di Kabupaten lain dengan dosis yang sama. Itu kan memang obat program nasional yang ditanggung oleh pemerintah pusat kepada daerah melalui dinas kesehatan provinsi,” tuturnya.

Lebih lanjut Reynold menjelaskan penyebab dari menurunnya jumlah stok OAM bukan karena karena tingkat kasus malaria yang tinggi. Melainkan karena pabrik OAM saat ini belum melakukan proses produksi kembali.

“Sebenarnya kalau kita lihat kasus Malaria di Timika ini turun. Kalau sekarang ada pun itu karena persoalan tidak patuh minum obat jadi kambuh. Jadi, stok menipis ini bukan karena tingkat kasus malaria tinggi,” jelasnya.

“Hari ini seluruh Indonesia, seluruh provinsi Papua mendapatkan pengiriman obat yang terbatas karena obat itu impor. Bahan bakunya sementara ini, pabriknya belum buat obat gitu. Nanti di akhir tahun dulu,” lanjut Reynold.

Di samping itu, dia juga meminta agar pasien malaria dapat dengan patuh menghabiskan obat yang diterima dari fasilitas kesehatan.

“Persoalan kasus malaria ini di Timika 70 persen karena orang tidak patuh. Jadi, saya harap ini bisa menjadi perhatian kita semua. Dan juga kita harus kembali ke mindset bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati,” ucapnya.

Selain itu, Reynold juga menyebutkan bahwa ke depannya permintaan OAM tidak lagi diajukan ke Puskesmas, tetapi langsung ke Dinas Kesehatan.

“Dengan begitu kami bisa mengontrol dan mengawasi bagaimana obatnya, bagaimana angka kesembuhan, dan kepatuhan,” pungkasnya.

Pos terkait