SPBU Nawaripi Dipadati Antrean Truk dan Sopir Mengeluh Dua Hari Tidak Kebagian Solar, Ini Penjelasan Pertamina

Tampak antrean truk hingga keluar gerbang SPBU Nawaripi, Jumat (5/8/2022).

Timika – Tabaos14 | SPBU Nawaripi Distrik Wania dipadati sejumlah truk yang mengantre begitu panjang, Jumat (5/8/2022) siang Para sopir terlihat menunggu cukup lama demi mendapatkan BBM Solar subsidi, terkadang antrean masih panjang solar sudah habis.

Dalam pantauan tabaos14.com, pukul 13.14 panjang antrean sudah mencapai kios paling ujung dari deretan kios-kios yang berada di sisi kiri SPBU Nawaripi.Sementara di dalam kawasan SPBU, jalur antrean truk terpaksa dibagi dua untuk mengurangi panjangnya antrean.

Beberapa sopir saat ditemui mengungkapkan bahwa antrean panjang ini sudah terjadi dalam tiga hari terakhir.

“Sudah dari kemarin dulu antrean mulai panjang lagi. Tidak tahu kenapa ini. Padahal sebelum-sebelumnya sudah lancar,” ucap Aco (47).

Aco juga mengatakan bahwa di SPBU SP2 pun terjadi antrean yang panjang. Bahkan kata dia antreannya sampai mendekati Puskesmas Timika Jaya.

“Tadi kalau bapak ke sana (SPBU SP2), bapak bisa lihat sendiri panjangnya seperti apa. Itu sudah mau sampai di puskesmas,” katanya.

“Kalau antre di SP2, kita harus datang dari subuh jam 3 begitu. Kalau datang jam 7 pagi otomatis tidak dapat (solar),” imbuhnya.

Adapun Doni (44) yang juga merupakan sopir truk di dalam antrean itu mengeluhkan sudah dua hari dirinya tidak kebagian solar subsidi.

“Kalau seperti ini, saya tidak bisa bawa muatan, pak. Dua hari lalu saya tidak dapat, kemarin juga sama. Semoga hari ini saya dapat biar bisa narik lagi. Kita kerja hitung persen begini, kalau tidak keluar narik mau dapat apa,” keluhnya

Sementara Sales Branch Manager IV Papua PT Pertamina Patra Niaga, Nanda Septiantoro ketika dikonfirmasi via telepon mengatakan bahwa antrean tersebut adalah hal yang wajar.

Sebab, BBM Solar Subsidi di SPBU SP2 telah habis sehingga truk-truk yang belum mendapatkan bahan bakar berpindah di ke SPBU Nawaripi.

“Wajar kalau gitu. Mungkin karena lagi banyak truk-truk yang ngisi juga, mas. Dari Februari kemarin setelah diatur itu (antreannya) sudah normal kok. Itu mungkin baru beberapa hari ini aja, mas,” jelasnya.

Nanda juga menyebutkan selama ini jumlah stok yang diberikan masih sama sehingga antrean itu masih terbilang normal.

“Gak dikurangi stoknya. Kita tetap kok ngasih stok dengan jumlah yang sama kaya kemarin,” pungkasnya.

Pos terkait