Soal Tudingan Kehadiran TNI Polri Di Nduga Penyebab Krisis Keamanan Bagi Warga Sipil Dibantah Oleh Kepolisian

  • Whatsapp

Jayapura – Tabaos14 | Terkait adanya postingan di salah satu media sosial yang menuding kehadiran TNI – Polri di Kabupaten Nduga Provinsi Papua menyebabkan terjadinya krisis keamanan bagi warga sipil tidak benar.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menegaskan, tudingan kehadiran aparat TNI – Polri menjadi penyebab sumber kekerasan di Kabupaten Nduga itu tidak benar.

Muat Lebih

“Kehadiran aparat TNI-Polri di Kabupaten Nduga adalah untuk menjamin dan memastikan keamanan di daerah itu,” kata Kamal, melalui siaran persnya Rabu (29/7).

Kamal menegaskan, kehadiran anggota TNI – Polri berkaitan dengan adanya permasalahan dalam hal ini aksi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di daerah itu. Sehingga kehadiran pihak keamanan sangat diperlukan untuk melakukan penegakan hukum.

“Permasalahan yang ada di sana adalah adanya Kelompok Kriminal Bersenjata yang terus mengganggu keamanan, bukan aparat TNI-POLRI,” tegasnya.

Kamal mencontohkan, seperti permasalahan yang terjadi dimulai pada akhir Tahun 2018 lalu dimana terdapat 17 karyawan PT. Istaka Karya yang meninggal dunia akibat di bantai KKB sedangkan 4 orang lainnya masih hilang/belum ditemukan sampai sekarang.

“Ini yang kemudian menjadi atensi bersama apalagi belum terungkap sampai saat ini sehingga diperlukan kehadiran aparat baik itu TNI-Polri untuk melakukan penegakan hukum di Kabupaten Nduga,” katanya.

Kamal mengatakan, kasus kejadian PT. Istaka Karya ada kebijakan untuk penegakan hukum guna mengejar para pelaku tersebut.

“Panyampaian Menkopohukam dan Mendagri minta agar penegakan hukum di Papua tetap pengendalinya adalah Kapolda Papua dan Wakilnya adalah Pangdam XVII/Cenderawasih,” katanya.

Untuk itu Kamal meminta, jika ada pemberitaan adanya pengungsi akibat kehadiran pasukan non organik itu tidak benar, kelompok atau perorangan yang menyampaikan adanya pengungsian agar media yang akan mempublikasikan dapat melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak baik Polri dan TNI yang tertuduh.

“Karena Kapolda Papua beberapa kali mengecek langsung adanya pengungsi dari Nduga di Wamena bahkan saat itu mengajak beberapa media hal itu untuk memastikan informasi yang ada saat itu,” katanya.

Kamal juga berharap, agar semua pihak termasuk pemda setempat untuk turut ambil bagian dan mendukung keberadaan aparat non organik yang sejatinya bermaksud melindungi dan menegakan hukum di Kabupaten Nduga, termasuk berupaya menuntaskan kasus pembantaian terhadap puluhan karyawan PT. Istaka Karya dan kekerasan lainya yang dilakukan oleh KKB di wil Nduga dan lainya.

“Semua pihak harus mendukung program-program Pemerintah dalam membangun Papua kedepan yang lebih baik dengan menyejahterakan masyarakatnya,” ujarnya.

Reporter/Editor : Tahir

  • Whatsapp