Setelah Pelayan Publik Dinkes Akan Lakukan Vaksinasi Kepada Lansia

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan Dinkes akan melakukan vaksinasi terhadap 20 ribu masyarakat lanjut usia (lansia). Setelah vaksinasi kepada pelayanan publik, tim Vaksinator Dinkes Mimika segera mendata semua orang yang tergolong dalam lanjut usia (Lansia) untuk divaksinasi.

“Setelah selesai memberikan vaksin kepada pelayanan publik kita akan mendata semua lansia yang ada di zona merah covid-19, untuk nantinya diberikan vaksin, ” kata Reynold saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Kamis (22/4/2021)

Bacaan Lainnya

Reynold mengungkapkan bahwa, strategi pelayanan vaksinasi kepada lansia, tim kesehatan akan melakukan secara mobile dan melakukan secara massal. Untuk diketahui Lansia tersebut bisa mengikuti vaksinasi secara massal atau nantinya dilakukan vaksinasi secara mobile, pada saat tim melakukan pendataan, tim juga langsung melakukan screening untuk mengetahui apakah Lansia tersebut bisa mengikuti vaksinasi massal atau mobile.

“Jadi vaksinasi bagi lansia ini kita buka secara massal dan kita lakukan secara mobile atau tim akan langsung datangi rumah untuk melakukan vaksinasi, ” ungkapnya.

Rey menjelaskan target pemberian vaksinasi kepada Lansia sebanyak 20 ribu orang dengan jangka waktu hingga tanggal 8 Mei 2021. Menurutnya jumlah dosis vaksin yang diberikan provinsi kepada Kabupaten Mimika untuk menjangkau 3 kelompok (Nakes dan Pejabat Publik, Pelayanan Publik dan Lansia) sebanyak 39 ribu dosis, namun total vaksinasi yang sudah diterima sebanyak 22 ribu dosis dan tersisa 6 ribu dosis.

“Yang sudah menerima vaksinasi sudah sekitar 16 ribu, dan kita juga kejar target sehingga setiap kelompok sasaran segera di vaksin cepat, dan jika masih memungkinkan maka kami akan melakukan vaksinasi kepada 10 ormas islam sebelum lebaran ini, ” tuturnya.

Reynold menambahkan setelah lebaran, tim vaksinator akan menyasar guru dan Panitia PON serta Panitia Pesparawi. Untuk mencakup semua kelompok sasaran itu ditentukan oleh kementerian kesehatan disesuaikan dengan ketersediaan vaksinasi.

“Kita masih menggunakan vaksin jenis sinovac dan kemungkinan ini akan berjalan sampai akhir tahun ini, ” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait