Setelah Data di Input Proses Kliring Bank, Honorium Relawan Akan Dibayar

  • Whatsapp
Keterangan Pers di sekretariat KONI Mimika dijalan Hasanuddin, Sekum PB PON Kluster Mimika Cesar Avianto Tunya.

Timika – Tabaos14 | Sekertaris Umum PB PON Kluster Mimika Cesar Avianto Tunya dan Koordinator Bidang SDM PB PON Kluster Mimika Agus Hugo Krey angkat bicara terkait kendala yang dihadapi dalam penyelesaian pembayaran honorarium kepada 3,892 relawan Kluster Mimika.

Dalam keterangan pers di sekretariat KONI Mimika dijalan Hasanuddin, Sekum PB PON Kluster Mimika Cesar Avianto Tunya mengatakan, honorarium relawan yang hingga saat ini belum terbayarkan merupakan sesuatu yang sangat situasional, sehingga PB PON Kluster Mimika menggelar press release guna menyebarkan informasi terkait perkembangan pembayaran honorarium relawan PON Kluster Mimika.

Bacaan Lainnya

“Jadi kita harus sampaikan melalui pres konferensi untuk perkembangan terakhi proses administrasi terhadap honorarium pengganti transportasi dari relawan yang berjumlah 3,892 orang untuk kluster mimika,” kata Cesar, Senin (1/11/2021).

Sementara itu, Koordinator Bidang SDM PB PON Kluster Mimika, Agus Hugo Krey mengatakan, honorarium relawan sejak penutupan PON pertengahan Oktober lalu, pihaknya sudah merekap seluruh absensi relawan Kluster Mimika.

“Sejak PON selesai itu kami dari Bidang SDM sudah bergerak untuk adminitrasi yang berkaitan dengan hak relawan dimana pada saat itu kami merekap absen selama satu minggu bahkan teman-teman operator lembur untuk merekap absen seluruh relawan,” kata Agus, Senin (1/11/2021).

Di sela-sela perekapan absensi relawan, Bidang SDM juga telah mengajukan permohonan kepada sejumlah Bank di Timika yang bekerjasama dengan PB PON, hanya saja dalam pelaksanaannya terdapat kendala pada administrasi pembukaan rekening.

“Sambil berjalan rekap absen relawan, kami juga mengajukan permohonan pembukaan buku rekening ke bank yang ada di mimika, yaitu BNI, Bank Papua, dan BRI,” kata Krey.

Tercatat sebanyak 43 relawan yang bermasalah untuk pembukaan rekening, karena beberapa hal, mulai dari nomor KTP, nama ibu kandung, kekurangan karakter atau huruf pada nama sehingga didalam sistem tidak terbaca.

Tidak sampai disitu, untuk mempercepat proses tersebut, pihak SDM juga sudah berusaha menghubungi 43 relawan tersebut untuk melengkapi kekurangan yang ada, dan telah selesai dan pada tanggal 26 Oktober pihak SDM berangkat ke Jayapura untuk menyerahkan rekapitulasi absensi relawan.

“Seiring berjalannya waktu memang ada sedikit kendala untuk administrasi pembukaan rekening, ada 43 relawan yang bermasalah dengan nomor KTP, nama ibu kandung,” ungkapnya.

Usai menyelesaikan kendala yang ada, pihak SDM akhirnya menyerahkan rekapitulasi absensi kepada SDM PB PON Provinsi Papua, yang mana jumlah relawan Kluster Mimika dibagi berdasarkan Bank, sebanyak 1.022 relawan memiliki rekening BRI, sedangkan 1.105 relawan memiliki rekening BNI, dan sisanya 1.773 memiliki rekening Bank Papua.

Lantaran penginputan dilakukan secara serentak, yang mana terdapat dua Kluster penyelenggara PON belum menyetorkan hasil rekapitulasi absensi sehingga Kluster Mimika dan Kluster Merauke harus menunggu lagi beberapa hari lagi sehingga 4 Kluster penyelenggara akhirnya bisa menyerahkan hasil rekapitulasi absensi relawan pada tanggal 29 Oktober.

“Setelah diinput, kami akan berkoordinasi dengan Bank di Timika untuk menanyakan sejauh mana hasil koordinasi antara PB PON dengan Bank di Timika,” ungkapnya.

Nantinya setelah data diinput, akan ada Kliring ( suatu aktivitas yang berjalan sejak saat terjadinya kesepakatan untuk suatu transaksi hingga selesainya pelaksanaan kesepakatan tersebut). Untuk kliring sendiri lebih difokuskan pada nama dan besaran uang yang diterima berdasarkan data yang diinput.

Selanjutnya PB PON akan mengirimkan sejumlah uang untuk proses pembayaran tersebut.

“Untuk diketahui bahwa setelah penginputan akan dilakukan kliring karena itu akan berkaitan dengan nama dan jumlah hari kerja, uang yang dibayarkan itu rp 300 ribu per hari ke nomor rekening,” jelas Krey.

Ia berharap, proses penginputan hingga Kliring berjalan dengan baik sehingga pembayaran honorarium relawan dapat terealisasi dalam waktu dekat.

“Kita berharap semua ini bisa terselesaikan dan kita semua bisa berjalan baik-baik,” harapnya.

Sementara itu disinggung terkait pemotongan pajak. Kata Krey, honorarium yang diterima relawan itu sebagai uang pengganti transportasi selama PON berlangsung, namun ia enggan menyampaikan apakah dikenakan pajak atau tidak?

“Kalau sampai hari ini kita lihat itemnya adalah uang pengganti transportasi, jadi apakah nanti ditulis sebagai kena pajak atau tidak tetapi yang sudah jelas itu pajak adalah honor per kegiatan atau perbulan dibayarkan kepada seseorang,” ungkapnya. (Rfl)

Pos terkait