Sepakat Sholat Idul Fitri Di Lapangan PHBI Mimika Tiadakan Pawai Takbir

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Mimika bersama dengan ormas Islam lainnya sepakat untuk meniadakan Pawai takbir keliling pada malam hari raya Idul Fitri 1442 H/2021 M. Meski demikian untuk pelaksanaan sholat Idul Fitri tetap dilaksanakan yang dipusatkan di Lapangan Timika indah.

“Alhamdulillah tahun ini umat muslim diperbolehkan melaksanakan Salat Idul Fitri 1442 H/2021 M, baik di lapangan maupun masjid-masjid,” kata Sekretaris PHBI Mimika Roni Irnawan saat di temui di hotel Horison Diana, Senin (10/5/2021).

Bacaan Lainnya

Roni mengungkapkan bahwa dasar dari pelaksanaan Salat Idul Fitri adalah Surat Edaran Menteri Agama Nomor : SE.03 Tahun 2021 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Idul Fitri Tahun 1442 H / 2021 M. Edaran VIII, Maklumat PP DMI Nomor: 041/SEM/PP-DMI/A/III/2021 Perihal: Edaran VIII,
Maklumat Penyelengaraan Ibadah Ramadhan 1442 H – 2021 M. Serta Surat Edaran Bupati Mimika Provinsi Papua Nomor : 451.1/201 Tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri Tahun 1442 H/2021 M, Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid19) di Kabupaten Mimika.

“Dasar itulah, yang sampai ini masih memperbolehkan pelaksanaan Salat Idul Fitri. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19, dan pada prinsipnya boleh dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Menurutnya sebagai tindaklanjutnya, maka PHBI Mimika bersama dengan DMI Mimika, MUI Mimika, seluruh Ormas Islam dan DKM di Mimika sudah menggelar rapat di Gedung Serbaguna Babussalam, pada Sabtu (8/5/2021) kemarin.

Hasil rapat yang kita lakukan bersama ini menetapkan untuk pelaksanaan Salat Idul Fitri dilaksanakan di Lapangan Timika Indah dan 72 masjid yang tersebar di Kabupaten Mimika. Dari hasil rapat, kami sudah SK-kan sebagai dasar dari pelaksanaan Salat Id nanti,” katanya.

Roni menambahkan bahwa, sebenarnya ada alternatif tempat lain selain Lapangan Timika Indah, yakni Lapangan Pasar Lama. Namun setelah dilakukan survei, maka ada beberapa hal yang menjadi perhatian PHBI beserta seluruh Ormas Islam.

Pertimbangan ini lebih kepada pengawasan dan penerapan protokol kesehatan di masa pandemi. Pasalnya jika di Lapangan Pasar Lama susah untuk melakukan pengontrolan pelaksanaan protokol kesehatan. Namun, kalau di Lapangan Timika Indah, hanya menggunakan dua akses pintu masuk, yakni dari arah Jalan Belibis dan Jalan Mambruk (Restu).

” Ditambah lagi tempatnya sudah terpagar. Kalau di pasar lama itu orang bisa masuk dari berbagai arah, karena belum terpagar. Tapi kalau Lapangan Timika Indah, sudah terpagar sehingga enak ngontrolnya,” ujar Roni.

Untuk pelaksanaannya salat Idul fitri baik dilapangan maupun di masjid-masjid menurut Roni akan dibantu beberapa relawan, mulai dari FKUB sampai dengan yang lainnya.

Para relawan ini, akan bertugas dibeberapa titik, mulai Jalan Belibis, pintu masuk dekat Tugu Perdamaian dan Jalan Restu. PHBI sendiri akan menerapkan protokol jaga jarak, dengan memasang tanda untuk shaft-shaftnya di lapangan nanti. “Kami akan memberikan para relawan dengan masker dan hands sanitizer. Tujuannya untuk diberikan kepada jamaah yang tidak menggunakannya,” tuturnya.

Selain di Lapangan Timika Indah, Salat Idul Fitri juga bisa dilaksanakan di masjid-masjid terdekat. Dimana ada 72 masjid yang sudah diberikan SK untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1442 H. Sehingga kalau ada masjid-masjid yang tidak di SK-kan oleh PHBI, maka bisa ditindak oleh Satgas Covid-19 Mimika. Apakah dibubarkan maupun lainnya sesuai ketentuan yang berlaku.

“SK untuk masjid yang melaksanakan Salat Idul Fitri dari PHBI, kami sudah memberikan tembusan ke Polres dan Satgas Covid-19. Tujuannya, sebagai bentuk pengawasan dari pemerintah,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya berharap dan menghimbau kepada seluruh pengurus DKM untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran dari pemerintah. “Penerapan protokol kesehatan ini penting, karena menjaga jangan sampai ada klaster Salat Id. Hal ini juga untuk membantu pemerintah dalam penanganan dan pencegahan Covid-19,” tuturnya.

“Namun kami yakin, masjid-masjid tetap patuhi protokol kesehatan. Karena penerapan ini sudah dijalankan saat pelaksanaan salat-salat berjamaah,” ujarnya.

Untuk pawai takbir sendiri Roni mengatakan bahwa PHBI Mimika tidak menggelar pawai takbir seperti tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan masih masa pandemi. “Ya untuk tahun ini, kami tiadakan pawai takbir. Mudah-mudahan kondisi ini cepat berlalu, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti biasanya, seperti pawai takbir ini,” tuturnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait