Semester Pertama 2022 Polsek Miru Lakukan Restorative Justice Terhadap 76 Kasus

Kanit Bimas Polsek Miru Ipda I Made Aribawa.

Timika – Tabaos | Pada semester pertama tahun 2022 ini Polsek Mimika telah melakukan Restorative Justice (RJ) kepada 76 kasus yang masuk dari aduan masyarakat, yang memiliki surat pernyataan kesepakatan yang dibuat oleh kedua belah pihak yang bermasalah.

Kapolsek Mimika Baru AKP Oscar Fajar Rahadian, SIK.MH melalui Kanit Bimas Ipda I Made Aribawa melalui rilis, Senin (1/8/2022) mengatakan pihaknya telah melakukan pengumpulan setiap pengaduan masyarakat, yang masuk di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Miru dengan mengedepankan penerapan Restorasi Justice.

Bacaan Lainnya

Menurutnya Permasalahan yang dilaporkan di SPKT Miru tidak semuanya berhasil dikumpulkan mengingat banyaknya masalah yang dilakukan restorasi Justice tidak dibuatkan pernyataan kesepakatan bersama atas permintaan pengadu atau pelapor. Sehingga sebenarnya kasus yang dilakukan RJ lebih dari 76 kasus.

“Dalam penanganan mediasi atau penerapan Restorasi Justice yang dilakukan Polsek Miru selama satu semester yang berhasil dikompulir atau dihimpun oleh unit Bimas sebanyak 76 kasus, di mana didominasi oleh permasalahan rumah tangga,”kata Made.

Made mengungkapkan hal tersebut dilakukan sesuai dengan atensi Kapolri untuk melakukan tindakan awal penanganan permasalahan yang terjadi di masyarakat sebelum dilakukan proses hukum sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Penerapan restorasi Justice dalam penanganan awal dimaksudkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dalam memahami dan mengerti pokok permasalahan yang terjadi sehingga diharapkan hal tersebut dapat memberikan pandangan yang positif hingga tidak berujung pada penanganan diranah hukum,”tuturnya.

Made menjelaskan, hal – hal yang diadukan atau dilaporkan oleh masyarakat melalui SPKT harus bisa dipahami oleh masyarakat bahwasanya semua permasalahan yang timbul bisa dilakukan proses mediasi dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat demi mencapai kesepakatan bersama tanpa mengurangi kaidah atau norma-norma yang berlaku dalam kehidupan masyarakat.

Manakala penerapan Restorasi Justice tidak berhasil dilakukan maka Proses hukum akan tetap dilakukan atau dilanjutkan apabila unsur-unsur pidana yang telah diatur dalam undang-undang terpenuhi secara administratif dan hal itu akan dilanjutkan hingga proses pengadilan.

“Polsek Mimika Baru akan tetap mengutamakan penerapan Restorasi Justice pada setiap pokok permasalahan yang diadukan atau dilaporkan oleh masyarakat,” Jelas Made.

Pos terkait