Selain Enam KKB Yang Aktif, Kapolda Papua Sebut Ada Kelompok Baru Aktif Tebar Teror

  • Whatsapp

Jayapura – Tabaos14| Kepala Kepolisian Daerah Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, menyebutkan dari sekian banyak KKB yang ada di wilayah Papua, ada enam KKB hingga saat ini masih aktif melakukan kekerasan bersenjata yang akhirnya menjadi teror bagi masyarakat.

“Dari kepolisian, dari yang sudah kita petakan, sebenarnya kelompok ini adalah kelompok yang besar, tapi yang aktif ada enam kelompok di Puncak, Intan Jaya, dan Nduga,” jelas Kapolda Papua.

Bacaan Lainnya

Kapolda menjelaskan, pada 2021, KKB pimpinan Lekagak Telenggen menjadi kelompok yang paling aktif membuat aksi kekerasan di Kabupaten Puncak. Kemudian KKB Pimpinan Sabinus Waker pada 2020 sangat meresahkan di Intan Jaya. Selain itu, ada juga kelompok baru yang merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang mulai aktif melakukan teror.

“Ada kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, ada kelompok Paniai, ada kelompok Ndugama Egianus Kogoya, dan ada sempalan-sempalan kelompok Lekagak yang sudah muncul,” katanya melaui keterangan Persnya, Selasa (04/5/21).

Meski demikian Fakhiri mengungkap sudah ada beberapa KKB yang sudah tidak aktif. Bahkan sudah ada yang telah kembali di tengah masyarakat. “Ada kelompok lain yang kami syukuri sudah tenang, ada yang sudah kembali melakukan aktivitas sebagaimana masyarakat biasa,” jelas Kapolda.

Mengenai keberadaan KKB di Kabupaten Puncak yang dalam beberapa waktu terakhir sering melakukan aksi kekerasan bersenjata, Fakhiri menegaskan aparat keamanan sudah melakukan berbagai tindakan. Aparat keamanan, terus berusaha untuk mengungkap seluruh jaringan KKB yang ada di Papua. Karenanya, aparat selalu berusaha menangkap KKB dalam keadaan hidup.

“Setelah kejadian di Beoga kami ada turunkan tim di sana untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum, kami menggeser juga kekuatan untuk menyekat di Ilaga. Semua penguatan kami di dua titik itu untuk melakukan penindakan kepada mereka” kata Fakhiri.

“Tidak boleh lagi orang melakukan aksi kekerasan bersenjata yang membuat orang trauma sehingga penindakan hukum dengan tegas dan terukur kami lakukan. Tentu kami berusaha menangkap mereka hidup untuk mengetahui jaringannya, tetapi kalau mereka melawan kami akan lumpuhkan,” pungkas Kapolda Papua.

Reporter : Tim
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait