Sekolah Tatap Muka Di Mimika Akan Dikakukan Setelah Semua Guru Di Vaksin

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Johanes Rettob mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolah bisa dimulai setelah semua guru maupun tenaga pendidik sudah tuntas mendapat vaksinasi Covid-19. Sekolah dengan metode Pembelajaran Tatap Muka itu harus dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kedepan nanti pemerintah akan mengevaluasi semua sekolah. Sekolah yang gurunya sudah vaksin boleh buka tapi kalau gurunya tidak vaksin lebih banyak tidak usah. Atau kita balik aturannya yang sudah vaksin yang mengajar, kalau tidak mau vaksin tidak mengajar,”kata Wabup saat di Hotel Horison Diana, Jumat (4/6/2021).

Bacaan Lainnya

Menurut Wabup Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem juga tegaskan hal yang sama bahwa salah satu syarat sekolah tatap muka boleh dibuka asalkan guru sudah di vaksin kecuali jika ada guru yang mengalami sakit kormobit.

Oleh karena itu pihaknya menghimbau agar harus patuhi kewajiban itu, salah satu syarat itu ditetapkan bukan oleh dirinya tetapi oleh Pemerintah Pusat bahwa kalau ingin membuka sekolah tatap muka maka guru harus vaksin.

“Kita harus sadar akan hal itu. Saya himbau ke guru-guru jangan takut. Kan sebelum vaksin harus screaning dulu dan kita harus jujur apa yang terjadi pada kita dalam pengertian kalau memang sakit yah kasih tau sakit, jangan tidak sakit tapi bilang sakit,” tuturnya.

Wabup mengungkapkan bahwa pemerintah berusaha bagaimana bersama-sama memutus mata rantai penyebaran covid salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi. Apa lagi guru ASN harus menjadi contoh, harus jadi duluan untuk bisa menunjukkan bahwa sebagai guru atau ASN merupakan ujung tombak untuk menjadi pemutus mata rantai covid ini dengan vaksin.

“Mungkin mereka tidak mau ada 2 hal apakah karena sakit ataukah karena isu hoax. Saya sampaikan bahwa pemerintah tidak akan membunuh masyarakatnya, pemerintah pasti mencari solusi yang terbaik untuk bagaimana memutus mata rantai ini dengan cara yang pasti aman,”ungkapnya.

Sementara ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra mengatakan, saat ini Puskesmas lagi konsen melakukan vaksinasi kepada guru-guru, namun sayangnya beberapa guru ada yang menolak untuk di vaksin. Pihaknya tidak tahu dari sekolah mana dan berapa jumlah gurunya yang menolak di vaksin.

“Tapi yang jelas salah satu kriteria sekolah tatap muka itu bisa dilakukan jika guru di vaksin. Sekolah tatap muka boleh buka kalau guru sudah vaksin. Saya pikir itu juga disampaikan oleh Mendikbud,” tegasnya.

Reynold menambahkan yang sudah siap untuk divaksin adalah SMK Negeri. Saat ini pihaknya hanya meminta Puskesmas melist jumlah sekolah dan gurunya karena datanya harus minta di Dinas Pendidikan.

Nantinya meskipun guru dan murid sudah bertatap muka di sekolah, kegiatan belajar-mengajar tetap harus dilakukan secara terbatas. Artinya kapasitas ruang kelas maksimal 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. “Dalam 1 sonasi misalnya Mimika Baru jumlah SD sekian, yang sudah berapa dan belum dan menolak alasannya kenapa kan itu kita harus tahu,” ujarnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait