Sekda Minta Pertamina Tindak Tegas SPBU Langgar Aturan Penjualan

  • Whatsapp

 

TimikaTabaos14 | Sekda Mimika Michael Gomar perintahkan Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Mimika untuk melakukan pengawasan terhadap SPBU.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut di karenakan adanya antrian panjang kendaraan yang terjadi di SPBU di wilayah kota.

“Saya sudah tidak lanjuti bersama pak Kadis Perindag dan Pertamina dan mulai kemarin sudah dilakukan pengawasan,” kata Sekda di kantor pusat pemerintahan Mimika, Selasa (17/8/2021).

Menurut Sekda pengawasan tersebut dilakukan buntut dari antrian panjang yang disebabkan karena cepat habisnya BBM disetiap SPBU sehingga membuat BBM seakan-akan menjadi langka.

Hal tersebut disebabkan karena terjadi penumpukan oleh pengecer yang membeli dengan jerigen-jerign maupun tanki modifikasi.

“Sehingga jumlah stok BBM yang 8000 ton perhari untuk kuota di SPBU jadi berkurang sehingga terjadi antrian,” jelas Sekda.

Selain itu Sekda meminta kepada pihak Pertamina untuk serius melakukan pengawasan kepada SPBU.

Hal tersebut dikarenakan pihak SPBU memiliki kontrak dengan pertamina.

Apabila SPBU tidak menjalankan aturan sesuai ketentuan yang berlaku maka pertamina mempunyai kewajiban dan hak untuk melakukan pemutusan hubungan usaha.

“Jika SPBU melanggar aturan penjualan Pertamina bisa putuskan kontraknya, apalagi terkait BBM berdubsudi,” tegasnya.

Sekda mengungkapkan, nantinya pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dengan Disperindag dan Pertamina terkait pendistribusian BBM di Mimika.

“Termasuk pengawasan terhadap penjual BBM eceran di pinggir jalan,” ujarnya.

Pos terkait