Sekda Kabupaten Sarmi di Aniaya Massa di Jembatan Muara Tor

Sekda Kabupaten Sarmi Elias Bakay mendapat perawatan usai dianiaya sekelompok massa di jembatan Muara Tor Distrik Fien, Jumat (17/5/2022).

Timika – Tabaos14 | Sekda Kabupaten Sarmi Provinsi Papua Elias Bakay dianiaya sekelompok massa di jembatan Muara Tor Distrik Fien, Jumat (17/5/2022). Penganiayaan tersebut terjadi karena massa menuntut pembayaran hak ulayat dari Pemerintah Daerah.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal melalui rilis yang dikirimkan, Sabtu (28/5/2022) mengatakan, kejadian pemalangan yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Mafentor menuntut pembayaran hak Ulayat dari pemerintah daerah atas aliran Sungai Muara Tor yang melintas sampai di jembatan Muara Tor.

“Pemalangan itu dimulai pada pukul 13.15 WIT, yang diikuti kurang lebih 100 orang dengan membakar ban bekas di atas jembatan,”kata Kamal.

Lanjut Kamal kemudian massa ditemui oleh Kepala Distrik Fien, Izak Yawir, SSos dan memberikan pemahaman kepada warga namun tidak dihiraukan.

“Mengetahui adanya pemalangan tersebut, personel Polres Sarmi tiba di TKP berupaya melakukan koordinasi dengan massa agar menghentikan aksinya, namun massa tetap tidak mengindahkan,”ujarnya.

Selanjutnya pada pukul 17.00 WIT Sekda Kabupaten Sarmi Elias Bakay bersama Kabag Ops Polres Sarmi beserta anggota tiba di TKP untuk berdialog dengan massa, namun massa kurang puas dan tidak menerima hasil dialog sehingga massa melakukan aksi anarkis.

“Tidak terima dengan hasil dialog itu massa kemudian melakukan penganiyaan terhadap Sekda Kabupaten Sarmi serta anggota yang sedang mengamankan aksi tersebut dan merusak dua kendaraan dinas milik Kepolisian,”ungkap Kamal.

Melihat aksi massa yang semakin tidak terkendali Kamal menjelaskan, anggota kemudian memblokade jalan untuk menghalangi aksi massa akan tetapi massa yang beringas malah menyerang petugas dengan jubi dan anak panah.

Atas tindakan anarkis massa, aparat Kepolisian melakukan tembakan peringatan ke udara untuk membubarkan massa, kemudian massa mundur ke arah Kampung Mafentor. Selanjutnya Sekda Kabupaten Sarmi diamankan oleh anggota ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis.

Aparat Kepolisian sejak pukul 20.00 WIT sudah membuka palang dan saat ini sudah bisa dilalui oleh masyarakat. Pasca aksi pemalangan jembatan Muara Tor, yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Mafentor menuntut pembayaran hak Ulayat, saat ini sudah bisa dilalui kembali.

“Saat ini palang yang dilakukan oleh masyarakat Kampung Mafentor telah dibuka oleh aparat Kepolisian untuk kepentingan warga yang akan melintas baik dari arah Sarmi ke Jayapura dan sebaliknya,”jelas Kamal

Kamal mengimbau kepada masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab serta menyerahkan kasus ini kepada pihak Kepolisian agar situasi kamtibmas di Kabupaten Sarmi tetap aman dan kondusif.

Atas kejadian tersebut Sekda Kabupaten Sarmi dan 3 anggota Polisi serta 4 warga mengalami luka-luka dan sudah mendapat perawatan medis di Puskesmas Sarmi.

Pos terkait