Satukan Dualisme Lemasa, DPRD Mimika Gelar RDP

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Guna menyatukan persepsi terkait dualisme kepemimpinan di Lembaga Masyarakat Adat Suku Amungme (LEMASA). DPRD Mimika akan menggelar rapat dengar pendapat bersama Lembaga adat tersebu serta seluruh tokoh adat dari kedua kubu, pada 30 Juli 2020.

“RDP harus digelar mengingat DPRD sebagai jembatan agar dualisme itu bisa disatukan menuju musyawarah adat (Musdat). Sebab, jika ada unsur dualisme dalam suatu lembaga, maka perlu disatukan mengingat mekanisme suatu lembaga itu harus melalui Musdat dalam menentukan siapa pimpinan dan strukturnya,” kata Ketua DPRD Mimika Roby Kamaniel Omaleng, Rabu (29/7).

Muat Lebih

Menurut Roby, undangan sudah disebar ke semua anggota dewan, PTFI dan Muspida. Diketahui sejak 2007 lalu hingga saat ini tidak ada Musdat guna menentukan pemimpin lembaga itu. Sehingga muncul penunjukan-penunjukan yang berdampak pada dualisme dan Lembaga Adat itupun tidak mempunyai roh.

“Intinya RDP itu digelar supaya kita satukan pemikiran agar tidak ada lagi dualisme kedepannya, diharapkan dengan adanya RDP, bisa dijadikan tolak ukur untuk mencari solusi bersama mengingat Lemasa merupakan wadah generasi adat selanjutnya,” katanya.

Roby mengatakan, Lembaga adat ini penting, guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan tertentu, dan juga dijadikan sebagai penentu arah serta kebijakan regenerasi suku Amungme ke depannya.

“Saya sangat berharap adanya RDP ini bisa dapatkan solusi menuju Musdat Lemasa. Saya sendiri juga mau semua orang tua yang datang harus saling mendukung dan saling menerima aspirasi-aspirasi yang ada,” ungkapnya

Selain RDP persoalan Lemasa, di tanggal 4 Agustus juga akan ada RDP bersama lima suku kekerabatan yang ada, guna mencari solusi terkait apa yang lima suku itu inginkan dari YPMAK.

“Selama ini keberadaan YPMAK ada namun setelah di bentuk nya YPMAK kadang juga bersikap tertutup, kepada warga masyarakat 2 suku dan 5 suku kekerabatan, Makanya kita harus carikan solusinya secara bersama,” ujarnya.

Reporter : Ifona Akoha
Editor : Tahir

  • Whatsapp