SATP Gelar Natal Bersama dan Hari Orang Tua Diakhir Semester Ganjil 2021-2022

  • Whatsapp
Pdt Paul Maniagasi memimpin Ibadah perayaan Natal di kompleks SATP di SP 4, Kelurahan Wonosarijaya, Distrik Wania. Mimika.

Timika – Tabaos14 | Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) menggelar perayaan Natal bersama sekaligus peringatan hari orang tua dalam rangka mengakhiri semester ganjil tahun ajaran 2021-2022 di kompleks SATP, Jalan Kutilang, Kelurahan Wonosarijaya, Distrik Wania, Kamis (2/12/2021).

SATP dikelola oleh Yayasan Pendidikan Lokon (YPL) melalui program pendidikan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) sebagai pengelola dana kemitraan dari PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Bacaan Lainnya

Acara diikuti seribu lebih siswa/i bersama para guru, pembina asrama dan tamu undangan.

Guru, siswa dan petinggi PTFI, YPMAK yang hadir dalam perayaan Natal SATP Timika ini.

Dalam ibadah Natal yang dipimpin Pdt. Paul Maniagasi membawakan renungan Natal dari kisah perumpamaan Yesus tentang “Orang Samaria yang Murah Hati”.

Dalam kisah orang Samaria yang baik hati memberi pelajaran bahwa umat Tuhan perlu memberi diri dengan mempraktekkan tindakan kasih yang sejati. Memperhatikan sesama dan mengikat tali persaudaraan.

“Mari kita melihat dari kacamata Tuhan. Tuhan sudah izinkan anak-anak ada di tempat hunian (SATP), pelayanan yang ada di tangan kita. Kita menyelamatkan ribuan masa depan untuk Papua. Mari kita lakukan pekerjaan kita seperti untuk Tuhan dan bukan untuk dilihat manusia. Di balik anak-anak mungil ini ada pelayanan yang kita kerjakan,” pinta Pdt Paul.

Sementara itu Vice President Community Relations and Human Right PT. Freeport Indonesia (PTFI), Arnold Kayame, dalam sambutannya mengatakan seribu lebih anak-anak penghuni SATP merupakan para calon pemimpin daerah, bangsa dan negara di masa depan.

Arnold meminta para guru, pembina asrama untuk mendidik dan mengasuh anak-anak asli Mimika itu seperti anak kandung sendiri.

“Mereka adalah masa depan kabupaten ini. Mungkin ada yang akan jadi Bupati atau Gubernur. Tuhan sudah menitipkan mereka. Marilah kita menyiapkan anak-anak ini dengan baik, sesuai tema natal bersama : Cinta Kasih Kristus yang Mengerakkan Persaudaraan. Didiklah anak bukan hanya untuk menjadi pintar tapi juga berkarakter baik,” kata dia.

Dia menjelaskan peran guru di sekolah dan orang tua di rumah merupakan tokoh penting dalam kehidupan anak-anak ini. Keduanya berperan saling melengkapi agar anak bisa bertumbuh kembang cerdas, kuat dan berkarakter baik.
Ia juga meminta SATP membenahi segala yang terjadi di masa lalu, sehingga anak bisa diajar dengan cara-cara yang santun dan bermartabat kepada anak-anak.

“ Anak-anak ini terpilih untuk bersekolah di sini, untuk dibina dan dibimbing. Yayasan mengambil peran orang tua saat berada di sekolah. Keberadaan sekolah ini untuk melengkapi peran orang tua, sehingga saling melengkapi. Sekolah ini setidaknya perlu menanamkan nilai-nilai pembelajaran yang kelak berguna di masa depan. Anak-anak sudah mendapat nilai-nilai yang baik dari sekolah dan asrama lalu dibawa ke rumah, supaya orangtua tahu hasil belajarmu. Hormati orang tua, dengar segala nasehat,” tuturnya.

Wakil Direktur Program YPMAK, Nur Ihfa Karupukaro, menitip pesan agar saat menjalani libur Natal dan Tahun Baru di rumah, anak-anak bisa menjaga kesehatan dan kembali ke sekolah di tahun 2022 mendatang.
Ia juga mengingatkan agar anak-anak hidup dalam keteraturan sebagaimana diterapkan di asrama selama ini.

“Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan di antara anak-anak, terbina dengan baik. Besok anak-anak akan kembali ke rumahmorang tua masing-masing menjalani libur. Jaga kesehatan agar bisa kembali ke sekolah di tahun 2022 nanti dengan sehat. Terapkan aturan-aturan di asrama bawa ke rumah, tunjukkan kalian semua anak yang baik. Merry Christmas and Happy New Year,” ajak Ihfa.

Kepala Perwakilan YPL SATL, Andreas Ndityomas, mengungkap terima kasihnya kepada Freeport dan YPMAK atas kepercayaan untuk membina seribu lebih anak-anak Timika ini.

Menurutnya pendidikan merupakan jalan yang harus ditempuh oleh anak-anak menuju masa depan yang gemilang. Pihaknya sebagai mitra yang telah dipercaya akan membina dan mengajar anak sebaik mungkin.

“ Seribu anak, seribu masa depan tanah terkasih, Tanah Papua. Masih banyak kekurangan yg perlu kami benahi dengan didukung semua pihak. Pendidikan adalah jembatan peradaban yang kita percaya atas cara ini rahmat dan karunia, serta berkat berlipat dari Tuhan akan turun temurun diwariskan pada generasi hari ini dan generasi yang akan datang. Terima kasih atas kepercayaan pada Yayasan Pendidikan Lokon,” kata Andreas.

Sementara itu Perwakilan Lemasko, Thomas Mutaweyau, berpesan kepada anak-anak agar menjalani kehidupan di asrama dengan sebaik mungkin, sebagaimana pengalaman hidupnya selalu tinggal di asrama saat duduk di bangku sekolah hingga perkuliahan. Manfaat tinggal di asrama akan melatih anak disiplin menyongsong masa depan.

“Di tempat inilah kita belajar, kita dibentuk. Datang dari kampung-kampung di pegunungan dan pesisir pantai, kita berkumpul untuk masa depan yang lebih cerah. Pengalaman saya SD dan SMP di asrama Kaokonao. Lanjut sekolah keguruan di Jayapura juga tinggal di asrama. Suatu saat nanti kalian akan merindukan asrama,” kata Thomas.

Dipenghujung kegiatan dilanjutkan dengan games yang dibagi per kelas SD dan SMP SATP, kemudian ramah tamah dan penyerahan hadiah.
Turut hadir pula Ketua Badan Pembina, Nathan Kum, para pejabat Freeport dan YPMAK serta undangan lainnya. (*)

Pos terkait