Samakan Persepsi Dalam Kebijakan Dan Program TP PKK Mimika Gelar Raker Ke II

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Di buka oleh Wakil bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob Rapat kerja daerah (Rakerda) ke II Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika diikuti oleh 224 peserta. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari yaitu mulai Selasa (18/5/2021) hingga Kamis (20/5/2021) di hotel Horison Ultima Timika.

224 peserta tersebut terdiri dari peserta Kabupaten 80 orang yaitu ketua para wakil ketua dan pengurus lainnya. Selanjutnya peserta dari tingkat distrik sebanyak 144 orang perwakilan dari 18 distrik dimana masing-masing Distrik terdiribdari ketua TP PKK distrik dan 7 orang pengurus.

Bacaan Lainnya

Rakerda II yang mengusung tema “Sinergitas dan Kemitraan PKK Kabupaten Mimika Untuk Mewujudkan Keluarga Berkualitas dan Sejahtera” Itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Johanes Rettob didampingi Ketua TP PKK Mimika, Ny Kalina Omaleng, Wakil Ketua I, Ny Suzy Herawaty Rettob ditandai pemukulan tifa.

Ketua Panitia kegiatan Leenjte Siwabeshy Paiman dalam laporan kegiatannya menyampaikan, latar belakang pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) merupakan komponen inti dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri, sejahtera, yang berkeadilan secara organisasi diemban tanggung jawab serta gerakannya dilaksanakan secara nasional berjenjang dari pusat provinsi, kabupaten/kota sampai distrik, kelurahan dan kampung khususnya rumah tangga melalui PKK.

Gerakan PKK sebagai gerakan masyarakat yang tumbuh dari bawah dan pengelolaannya dari oleh dan untuk masyarakat dalam mensejahterakan keluarga telah mendapatkan pengakuan dari masyarakat secara nasional maupun internasional.

Lainnya, merupakan hubungan kerja dalam gerakan PKK bersifat konsultatif, koordinatif dengan tetap memperhatikan hierarki dalam setiap jenjang tim penggerak PKK. Dan menghadapi situasi nasional maka diperlukan regulasi yang mendukung penguatan kelembagaan program dan administrasi PKK.

Maksud dan tujuan Rakerda adalah untuk menyamakan persepsi dan komitmen dalam pengembangan kebijakan program dan kegiatan gerakan PKK di Kabupaten Mimika baik antar tim penggerak PKK maupun kerja sama dengan berbagai pihak dan unsur terkait guna meningkatkan capaian gerakan PKK di setiap tingkatan.

“Membangun kemitraan dan peningkatan kapasitas internal maupun eksternal dalam pelaksanaan gerakan PKK. Serta meningkatkan dan memantapkan gerakan PKK kelembagaan PKK tertib administrasi dan 10 program pokok PKK,” katanya.

“Hasil yang diharapkan dapat memberi penjelasan peran tim penggerak PKK dalam mengintegrasikan dan menyukseskan program program pemerintah dalam gerakan PKK,” ungkapnya.

Selanjutnya Wakil Bupati Mimika Johanes Rettob dalam sambutannya pihaknya berharap, peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan melakukannya di distriknya masing-masing. Pihaknya tidak menginginkan kepala distrik tinggal di kampung dan ibu-ibu kepala Distrik berada di kota.

“Saya berharap apa yang dilaksanakan PKK Kabupaten bisa sampai ke kampung-kampung,” kata Wabup.

Menurut Wabup ibu-ibu sebagai tonggak ada di distrik, kalau ibu-ibu menghampiri suaminya di distrik pedalaman tentunya mereka akan betah di kampung. Pihaknya berharap kepala distrik kalau tugas di daerah bawa ibu-ibu, supaya hasil dari sini mereka bisa praktekkan kepada masyarakat di sana dimana suaminya bertugas.

“Semoga Rakerda hari ini menjadi wahana strategis untuk evaluasi program dan kegiatan yang telah dilaksanakan selama setahun berjalan,” tuturnya

Wabup menyampaikan bahwa Presiden RI juga berpesan dan mengajak masyarakat di seluruh tanah air untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan guna membangun keluarga yang sehat dan sejahtera karena ia sangat yakin bahwa peran strategis keluarga sangatlah penting dan menentukan kualitas sebuah bangsa.

Lanjutnya, keluarga masing-masing harus dimotori oleh kader PKK selaku mitra pemerintah dalam membina dan memberdayakan masyarakat untuk berperan aktif. Artinya, kader-kader PKK harus bisa memandu jalan, mengajak, merangkul dan mengumpulkan semua ibu-ibu di Kabupaten Mimika sesuai peran masing-masing di setiap distrik, kampung, kabupaten.

“Pemerintah saat ini khususnya Kabupaten saat ini mencanangkan program stunting. Bagaimana kita buat stunting ini tidak boleh ada di kabupaten, stunting itu karena anak tumbuh tidak dengan baik atau tidak sehat. Dan Kabupaten Mimika adalah salah satu pilih project di Indonesia dari 3 Kabupaten yang ada di Provinsi Papua,”jelasnya.

Wabup mengungkapkan bahwa Bupati, Wakil Bupati dan sekda tidak bisa kerja sendiri tanpa ibu-ibu. Program pembinaan dan pendampingan oleh tim penggerak PKK Kabupaten harus terus di mantapkan, sehingga akan terwujud ritme program dan kegiatan organisasi yang terkordinasi dan sinergi pada semua jenjang organisasi PKK.

Pihaknya juga berharap peran PKK menjadi tulang punggung pemerintah, PKK harus menjadi mitra pemerintah untuk memerangi semua hal yang ada terutama bersama-sama memutus mata rantai covid-19.

“Saya berharap tim penggerak PKK Kabupaten tidak berjalan sendiri, bisa bermitra dengan lembaga Swadaya dan secara khusus dengan pemerintah daerah. Di balik kesuksesan seorang suami di belakangnya ada seorang wanita hebat. Kita tidak bisa jalan sendiri,” ungkapnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

Pos terkait