Reynold : Jika Ada Pungutan Rapid Test Laporkan Kekami

  • Whatsapp

TIMIKA – Tabaos14  |  Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID -19, Reynold Ubra menjelaskan bahwa untuk warga Mimika yang membutuhkan surat bebas COVID-19 dalam kepentingan melakukan perjalanan keluar kota, hingga saat ini Pemda Mimika melayani pembuatan surat tersebut secara gratis melalui rapid tes kepada warga.

“Hingga siang ini, para pelaku perjalanan yang hendak keluar dari Timika, kami masih layani dan itu gratis,” tutur Reynold saat konferensi pers di Hotel Grand Mozza, Kamis (4/6).

Bacaan Lainnya

Diterangkan Reynold bahwa pemeriksaan COVID-19 yang saat ini dilayani Pemda Mimika secara gratis itu tidak termasuk pemeriksaan melalui PCR (Polymerase Chain Reaction) yakni pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi material genetik virus korona.

“Dari Timika mau keluar, itu Pemda Mimika menanggung itu gratis, untuk rapid test. PCR hari ini tidak ada. Karena diprioritaskan untuk pasien COVID – 19, ODP, PDP dan OTG,” tegasnya.

Hal tersebut karena terbatasnya jumlah alat dan perangkat untuk pelaksanaan pemeriksaan PCR. Sedangkan selama ini, terkait pengadaan bahan dan alat PCR maupun rapid test dilakukan secara mandiri oleh Pemkab Mimika.

Untuk warga dari Jakarta, Makassar atau Surabaya yang hendak masuk ke Timika, Reynold menjelaskan warga tersebut diwajibkan membawa surat keterangan melalui pemeriksaan PCR.

“Jika ada pembayaran di daerah asal, itu menjadi tanggungjawab sendiri. Bukan tanggungjawabnya Pemda Mimika,” tegas Reynold.

Namun jika warga Timika hendak ke Jakarta dan peraturan setempat mengharuskan warga membawa surat keterangan bebas COVID-19 berdasarkan pemeriksaan PCR, dijelaskannya bahwa warga tersebut hendaknya mencari kota transit seperti Makassar atau Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan PCR agar dapat masuk ke Jakarta. Surat keterangan bebas Covid-19 yang dikeluarkan Pemda Mimika berlaku tujuh hari setelah Rapid Tes. Pasalnya masa inkubasi antibodi selama 7 hari.

“Saya mau ingatkan bahwa sampai hari ini kita belum ada pernyataan pemerintah (Pemda, red) untuk berbayar, maka rapid test itu gratis. Jika ada oknum atau organisasi pemerintah yang mengatasnamakan Tim Gugus dan kemudian mengambil atau menarik bayaran, itu harap masyarakat lapor,” tegasnya. (Yonri)

  • Whatsapp

Pos terkait