Redam Viralnya Isu Kematian Warga Polewali Mandar Bupati Dogiyai Keluarkan Pernyataan Pers

Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP

 

TIMIKA – Tabaos14    I     Menanggapi kejadian kecelakaan Lalu Lintas dan Pengeroyokkan seorang sopir truk di Jalan Kampung Ekimai Distrik Kamu Utara Kabupaten Dogiyai, Jumat (28/02), Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa, S.IP memberikan keterangan pers bahkan sudah beredar di dunia Maya melalui beragam apliksi sosial media.

Dalam pernyataan pers yang dibuatnya, dikatakan bahwa pada hari, Minggu (23/02) 2020, telah terjadi kecelakaan lalu lintas dan pengeroyokan di Jalan Raya Trans Papua, di Kampung Ekimani, Distrik Kamu Utara, Kabupaten Dogiyai. Akibat kecelakaan dan pengeroyokan ini menyebabkan seorang pengendara motor atas nama Demianus Mote (37 tahun), warga Kabupaten Dogiyai, dan sopir truk atas nama Yus Yunus (27 tahun) asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat meninggal dunia.

Kejadian ini telah menjadi viral dan mendapat perhatian serius dari berbagai kalangan. Berkaitan dengan itu dan dalam rangka untuk menyelesaikan masalah ini secara baik, jujur dan adil, “Saya selaku Bupati Dogiyai menyampaikan beberapa pernyataan berikut.

Pertama, bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas nama Para Pelaku penyeroyokan dan Pembunuhan serta seluruh masyarakat Kabupaten Dogiyai menyampaikan Turut Berdukacita dan Permohonan Maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak Korban, almarhum Yus Yunus dan keluarganya dan kepada seluruh warga Polewali Mandar. Bahkan kepada segenap warga Sulawesi yang berada di Polewali Mandar, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Nabire dan dimanapun berada.

“Kami berdoa semoga arwahnya diterima oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini. Kami berharap, semoga permohonan maaf kami dari lubuk hati yang terdalam ini dapat diterima,” pesannya.

Kedua, bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai juga menyampaikan Turut Berdukacita atas meninggalnya almarhum Demianus Mote. Semoga arwahnya diterima oleh Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga yang ditinggalkannya diberi penghiburan dan kekuatan untuk menjalani hidup ini.

Ketiga, bahwa perlu diklarifikasi dan dipertegas mengenai satu hal yang simpang siur dan tidak benar, bahwa pengeyorokan dan pebunuhan terhadap sopir Yus Yunus bukan sebagai upaya balas dendam atas kematian Babi, karena para pelaku yang melakukan penganiayaan dan pembunuhan terhadap Yus Yunus tidak mempersoalkan kematian babi. Tetapi hal ini karena tersulut emosi melihat kematian Demianus Mote yang Dicurigai ditabrak oleh truk. Sehingga diharapkan untuk tidak mengembangkan dan menyebarluarkan isu, seolah-olah nyawa babi dibalas dengan nyawa manusia. “Sekali lagi, saya pertegas bahwa ini tidak benar!,” Tegas Bupati Dogiyai.

Keempat, bahwa Beberapa pihak mempunyai pemahaman dan kronologis yang berbeda-beda mengenai masalah ini, dan perbedaan itu menyebabkan tanggapan yang berbeda-beda pula. Untuk itu, agar masalah tidak menjadi simpang siur dan agar menjadi terang-benderang sesuai dengan kejadian yang sesungguhnya, “Maka kami mempercayakan pihak berwajib (kepolisian) untuk melakukan penyelidikan terhadap masalah ini. Dan diharapkan hasil penyelidikan secara baik dan benar itulah yang perlu dipercayai, ” pinta Bupati Dogiyai.

Kelima, bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai tidak mengharapkan masalah ini membesar, meluas dan menyimpang dari kejadian yang sebenarnya. Perlu dipahami bersama bahwa masalah ini tidak ada kaitan dengan kepentingan politik, rasisme, agama, suku, kepulauan dan lainnya. Dan juga, ini bukan masalah antara orang Dogiyai dengan orang Polewali Mandar atau masalah antara orang Papua dan orang non-Papua. Masalah ini murni kecelakaan lalu lintas dan kriminal. Karena itu dimohon untuk tidak mengaitkan masalah kecelakaan lalu lintas dan kriminal ini dengan masalah politik, rasisme, agama, suku, kepulauan, dan lainnya.

Keenam, bahwa Pemerintah Dogiyai Memohon semua pihak, terutama pihak korban dan pelaku untuk Menahan Diri dan Tidak Melakukan Aksi Balas Dendam atas permasalahan ini. Semua pihak harus menyerahkan penyelesaian masalah ini melalui proses hukum.

Ketujuh, bahwa Pemerintah Kabupaten Dogiyai mendukung seluruh proses penyelidikan terhadap masalah ini, yang sedang dilakukan oleh pihak berwajib (Polsek Kamu, Polres Nabire dan bahkan Polda Papua). Diharapkan kepada semua pihak juga untuk mendukung proses hukum ini.

“Ini pernyataan kami dan kami sampaikan dengan maksud agar masalah ini dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya. Terimakasih, ” kata Bupati Dogiyai, Yakobus Dumupa mengakhiri pernyataan Pers-nya. (*/Samone)

Pos terkait