Realisasi PAD Mimika Hingga Pertengahan Juli Capai Rp 908 Miliar

Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifah.

Timika – Tabaos14 | Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi secara keseluruhan di Kabupaten Mimika yang terkumpulkan sejak awal Januari hingga pertengahan Juli 2022 sudah mencapai angka Rp 908 miliar dari target Rp 1,6 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika, Dwi Cholifa saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/7/2022) mengatakan, secara rinci Dwi menyebutkan realisasi pajak daerah sudah 50,37 persen atau Rp 124.500 miliar dari target sebesar Rp 245 miliar.

“Pajak hotel sudah 36 persen, pajak restauran 60 persen, pajak hiburan 28,8 persen, pajak reklame 41,26 persen, dan pajak penerangan jalan 51,30 persen,”kata Dwi.

“Sementara pajak lainnya seperti pajak parkir sudah 46 persen, pajak air tanah 56,90 persen, MBLB 41 persen, PBB-P2 60,36 persen, dan BPHTB 19,2 persen,” imbuhnya.

Untuk retribusi, kata Dwi, sudah mencapai 37,07 persen atau senilai Rp 7,9 miliar dari target Rp21,4 miliar. Sedangkan lain-lain PAD sudah terealisasi sebesar 53,97 persen atau Rp 44,193 miliar dari target Rp 81,9 miliar.

“Untuk pendapatan transfer dari target Rp 2,5 triliun sudah terealisasi Rp 892 miliar atau 34,56 persen. Artinya keseluruhan APBD dari Rp 4,1 triliun pendapatan sudah terealisasi Rp 1,8 triliun atau 43,3 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi menyampaikan bahwa pihaknnya telah menerima Perpres nomor 98 tentang APBD Perubahan.

Oleh sebab itu, saat ini pihaknya sedang menyiapkan segala persiapan terkait PBD Perubahan yang mana nantinya akan ada penambahan sekitar Rp 200-an miliar.

Dengan demikian, menurut Dwi, ke depannya sudah bukan PMK lagi bila sudah masuk ke Perpres tersebut.

“Jadi, kalau APBD kita Rp4,1 triliun ditambah Rp200 miliar maka di perubahan nanti nilainya menjadi Rp 4,4 triliun,” tuturnya.

Di samping itu, Dwi juga berharap tahun ini tidak terjadi peningkatan COVID 19 yang mana dapat memberikan dampak pada dana transfer seperti di tahun sebelumnya.

“Sebab, kalau terjadi seperti dulu lagi itu yang akan bahaya karena bisa berdampak ke dana transfer yang akan di tahan lagi,” terangnya.

“Tapi kalau situasinya normal-normal saja, saya yakin APBD akan tercapai. Malahan bakal lebih dengan adanya tambahan Rp 200-an miliar di perubahan,” jelas Dwi melanjutkan.

Dwi juga menyebutkan bahwa tahun lalu realisasi PAD tidak menyentuh target, yakni hanya 99 persen.

“Yang tidak tercapai sebesar Rp 12 miliar. Itu karena ada lonjakan di triwulan 3 dan 4.Tapi untuk tahun ini kalau sudah tercapai 50 persen saya yakin tidak ada masalah. Seperti tahun lalu sudah tanggal 31 Desember baru ada masuk Rp500 miliar sekian dan langsung posisinya stabil,” jelasnya.

Dwi mengatakan pihaknya cukup optimis, terlebih untuk penambahan di perubahan.

“Kalau tadi posisinya Rp 4,1 triliun tambah Rp 200-an miliar maka jadi Rp 4,4 triliun. Itu sudah cukup balanced dengan belanja tanpa kita harus pembiayaan. Kalaupun dipaksakan berarti akan menambah pembiayaan sekitar Rp 300-an miliar maka bisa menjadi Rp4,7 triliun,” kata Dwi meyakinkan.

Dwi mengungkapkan, pada saat monitoring dan evaluasi kemarin, realisasi belanja masih berada di angkat 20-30 persen.

“Sedangkan pendapatan sudah 50 persen, artinya masih ada saving sehingga jadi kasda aman. Kalau dengan posisi seperti ini maka kita tidak ada defisit,” pungkasnya.

Pos terkait