Ratusan Ekor Sapi dari Maluku Batal Dikirim ke Timika Tertahan di Sorong, Ini Penyebabnya

Ilustrasi Sapi.

Timika – Tabaos14 | Ratusan ekor sapi dari Maluku batal di kirim ke Timika dan tertahan disorong. Hal tersebut dikarenakan adanya surat edaran Pemerintah Provinsi Papua untuk tidak mendatangkan sapi dan kambing dari luar Papua

“Untuk sapi yang tidak bisa masuk ke Timika itu pertama dokumen tidak lengkap, kedua sesuai edaran provinsi, akibat wabah PMK,” kata drh, Sabelina Fitriani di ruang kerjanya, Kamis (7/7/2022).

Ia menjelaskan, tertahannya ratusan ekor sapi di Sorong karena terbentur surat edaran dari Pemprov Papua untuk memproteksi hewan yang berada di Papua, selain itu pengiriman itu tidak mengantongi ijin dari pihak karantina kesehatan.

“Jadi terkait itu sehingga memang ada sapi sebanyak 200 ekor yang tidak bisa kesini karena tidak mendapat ijin baik dari dinas setempat ataupun karantina,”jelasnya.

Artinya, Pemprov Papua tidak mau mengambil resiko yang akan berdampak pada masyarakat Papua, apalagi PMK bisa menular ke babi.

Dilain sisi masyarakat Papua rata-rata memelihara babi, sebagai mata pencaharian mereka, sehingga akan merugikan masyarakat jika ternak mereka terserang PMK.

“Kita tidak mau beresiko, jangan sampai kita ijinkan masuk kemudian terjadi hal-hal yang tidak-tidak terjadi PMK, karena PMK itu menular ke babi, apalagi banyak masyarakat yang pelihara babi, kita harus lindungi, jangan sampai wabah PMK merusak mata pencaharian mereka, sama saja kita merugikan mereka,” ungkapnya.

Berdasarkan surat edaran, sapi yang bisa didatangkan ke Timika hanya dari daerah-daerah yang berada di Papua dan Papua Barat, seperti Merauke, Manokwari, Keerom dan Sorong sesuai prosedur yang ditetapkan.

“Sapi itu didatangkan dari Maluku jadi transit, dan kita hanya mengikuti kebijakan provinsi yang hanya mendatangkan dari Papua dan Papua Barat,”ujarnya.

Sementara sebanyak 220 ekor sapi didatangkan dari Kabupaten Merauke setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan sehat atau bebas dari PMK.

“Memang tahun ini tidak ada pemasukan kambing, karena ada pembatasan-pembatasan terkait wabah PMK disejumlah daerah,” ungkapnya.

 

Pos terkait