Rapat Bersama, Akhirnya Kampung Nawaripi Miliki BUMDes, Ini Namanya

  • Whatsapp
rapat penetapan nama BUMDes

Timika – Tabaos14 | Pemerintah Kampung Nawaripi Distrik Wania, secara resmi menetapkan nama badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan nama “Mera Putih”.

Penetapan nama BUMDes merah putih karena bertepatan dengan HUT RI, yang berlangsung dibalai BLK Nawaripi, Selasa (10/8/21) dihadiri oleh perwakilan Distrik, Kampung Nawaripi, ketua-ketua RT, RT, Dusun, dan beberapa tokoh.

Bacaan Lainnya

Kepala Kampung Nawaripi Norman Ditubun mengatakan hari ini pihaknya menetapkan nama BUMDes.

Ia mengakui sebelumnya Kampung Nawaripi sudah memiliki nama BUMDes hanya saja dalam pengurusan terjadi kendala sehingga mengalami kadaluarsa tanggal 2 Agustus 2021 lalu.

“Jadi kami tetapkan nama BUMDes itu BUMDes merah putih,” kata Norman.

Norman menjelaskan, didalam BUMDes tersebut terdapat beberapa item bidang yang telah disiapkan, mulai dari pengelolaan air bersih, daur ulang sampah plastik, BLK, dan pariwisata.

“Inilah beberapa item yang akan di kelola oleh Bumdes, seperti, air bersih, mendaur ulang sampah plastik, pengelasan, otomotif mebeler, dan pencetakan batako,” kata Norman.

Lanjutnya, dalam pengelolaan air bersih, pihak Nawaripi telah mendapat sumber air bersih yang nantinya akan dikelola untuk masyarakat Nawaripi dengan harganya yang terjangkau yaitu Rp 4 ribu per galon.

“Pertama Bumdes akan menjual air bersih dengan harga Rp 4.000 per galon. Karena di kampung Nawaripi juga punya mata air yang bersih siap dikonsumsi,” kata Norman.

Sementara itu, pihaknya juga akan pengadaan mesin paving block berbahan dasar plastik yang sudah didaur cacah.

“Yang kedua, kami akan mendaur ulang sampah plastik, dengan mengguanakan mesin pres paking blok,” terangnya.

Sedangkan untuk BLK terdapat beberapa bidang yang akan dikembangkan, berupa pengelasan dan otomotif.

Mengapa?, Karena bidang-bidang tersebut yang mudah dipahami dan cepat untuk membuka usaha.

Untuk pengelasan guna menunjang ekonomi peserta BLK kampung nawaripi kedepan, dengan memberikan pelatihan dan juga akan menerima pesanan orderan pengelasan dari luar.

Sama halnya dengan bidang otomotif akan difokuskan pada tiga mesin yaitu mesin jonson, mesin roda dua dan mesin roda empat.

Dengan alasan, rata-rata masyarakat Kamoro memiliki motor jonson, kedepan mesin yang rusak, mereka bisa memperbaiki.

Selain itu tukang batu dan mebeler yang menjadi konsentrasi kampung Nawaripi.

Disaat begini banyak yang sedang membangun dan memerlukan bahan bangunan. Peluang itu yang akan dimanfaatkan kedepan.

Pos terkait