Rapat bahas BBM Langka di Timika, Kepala Jober Pertamina Tidak Hadir Alasan Sakit DPRD Jadwalkan Ulang Minggu Depan

  • Whatsapp
Sejumlah Anggota DPR Kabupaten Mimika Rapat bahas BBM Langka di Timika di Ruang Serba Guna Kantor DPR Kabupaten Mimika, Jalan Cendrawasih , Selasa (30/11/2021).

Timika – Tabaos14  |  Pertemuan bersama DPR Kabupaten Mimika dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika untuk membahas kelangkaan BBM yang selalu terjadi di Timika tanpa kehadiran Kepala Jober Pertamina Timika karena alasan sakit.

Pimpinan dan Anggota DPRD Mimika melanjutkan pertemuan dengan meminta penjelasan Disperindag soal pasokan kuota BBM untuk Kabupaten Mimika sebagai referensi awal.

Bacaan Lainnya

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Mimika, Aleks Tsenawatme di ruang serbaguna DPRD Mimika, Selasa (30/11) dihadiri oleh sejumlah anggota dari tiga Komisi.

Menurut Aleks, penjelasan dari Kasubag di Bagian Persidangan, bahwa surat Kasubag yang antar sendiri ke kantor Jober dan mereka menyatakan akan hadir tapi hari ini diinformasikan bahwa Kepala Jober sakit.

” Rapat tetap kita jalan supaya anggota dewan bisa mendapat informasi mengenai gambaran BBM jatah Timika untuk Solar berapa kilo liter, Pertalite berapa kilo liter, Pertamax juga berapa. Itu saja data awal yang perlu kita tahu dan selanjutnya nanti Sekretariat DPRD menjadwalkan kembali pertemuan dalam Minggu ini juga,” kata Aleks.

Anggota DPRD dari Partai Nasdem, Anton Palli mengatakan pimpinan Rapat harus memperhatikan kehadiran anggota dewan supaya quorum dalam setiap rapat.

Dia meminta pertemuan dijadwalkan kembali karena BBM menjadi keluhan dari sebagian warga Mimika.

Tugas dewan merespon keluhan, komentar warga supaya dijawab secara jelas oleh Pertamina. Jika kali berikutnya dia tidak hadir DPRD lanjutkan persoalan ini ke BP Migas, Kantor Pusat Pertamina di Jakarta juga Kementrian BUMN.

Anggota lain, Herman Gafur, SE mendukung apa yang disampaikan rekannya Anton Palli soal kehadiran anggota dewan dalam rapat supaya memenuhi quorum. Juga jadwalkan lagi pertemuan sekali lagi jika tidak datang juga pimpinan dan anggota DPRD berangkat menghadap BP Migas, Pertamina dan Kementrian BUMN. DPRD minta pindahkah pimpinan Jober Pertamina Timika.

Mendukung pernyataan Anggita DPRD Mimika yang sebelumnya , Nurman Karupukaro menegaskan pimpinan dewan harus sikapi tegas soal hal ini.

BBM sudah jadi keluhan warga dan menjadi tugas Pertamina untuk menjelaskan kepada dewan kenapa sering langka dan antisipasi yang dilakukan Pertamina seperti apa.

Jika rapat sekali lagi mereka tidak datang DPRD Mimika langsung berangkat ke Jakarta menghadap di kantor BP Migas dan Pertamina Pusat. Bila perlu langsung mengadu di Pak Erick Tohir dan nomor telpon beliau ada disini.

Kemudian anggota dewan dari Partai Demokrat, Lexi David Lintuuran mengatakan bahwa minyak yang ditangani Pertamina yang juga BUMN besar di Republik ini, yang mendatangkan keuntungan berlipat ganda buat Negara mestinya tidak ada lagi alasan minyak langka di SPBU.

Langkah yang diambil DPRD Mimika sudah tepat merespon adanya keluhan masyarakat dimana solar sering habis, minyak tanah langka, premium tidak lagi beredar di SPBU padahal di Indonesia Timur kuotanya masih tersedia hingga 2022.

Soal ini sebaiknya DPRD Mimika langsung bertanya di Pertamina Pusat dan Kantor Kementrian BUMN di Jakarta.

Sedangkan Anggota dewan dari Partai Golkar, Mariunus Tandiseno menuturkan DPRD dan Pemkab Mimika sebaiknya mengurusi terlebih dahulu hal  kecil-kecil dan kalau susah beres baru melangkah ke yang lebih besar.

Misalnya urus dulu pasokan ke SPBU kalau itu sudah rutin dan lancar baru DPRD melangkah lagi soal mafia-mafia itu. (rus)

Pos terkait