Raker PKK Berakhir, Bupati Mimika: PKK Harus Solid Jadi Mitra Pemerintah

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan bahwa Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika merupakan perpanjangan tangan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika. Pasalnya semua program pemerintahan tidak hanya bupati dan wakil bupati tangani semuanya. Melainkan ada mitra-mitra seperti TP PKK.

Hal tersebut dikatakan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng saat memberikan sambutan pada penutupan kegiatan Rakerda II TP PKK Mimika, Kamis (20/5) di Hotel Horison Ultima. “Semua kegiatan seperti ini ada banyak mitra kerja yang bisa bantu menyentuh ke masyarakat. Seperti PKK ini, kalau tidak seperti ini masyarakat di kampung-kampung tidak nikmati pembangunan, tidak menikmati sekolahnya, kesehatan, kesejahteraan ekonomi,” tuturnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya bahwa bupati dan wakil bupati punya perpanjangan tangan adalah ibu-ibu PKK ini. Ibu-ibu inilah yang harus mengajukan program di distrik. Dan akan dilanjutkan ke pusat PKK dan disitu akan dijadikan program dan usulan di daerah agar disetujui oleh Pimpinan Daerah.

Usulan-usulan program harus disesuaikan dengan kebutuhan di distrik itu apa. Seperti, Agimuga butuh apa, Tsinga butuh apa dan lainnya. PKK harus lebih memperhatikan pendidikan sebab anak-anak yang akan menjadi pemimpin besok.

“Dulu itu anak-anak hanya dibiarkan saja, sekarang itu anak-anak harus diurus dan diperhatikan. Anak-anak harus di kasih makan agar ke sekolah sudah kenyang agar dapat menerima pelajaran dengan baik,” ungkapnya.

Bupati menambahkan pemerintah juga sedang sibuk dengan persiapan PON 2021, satu hal yang perlu ibu-ibu lakukan untuk mensosialisasikan kepada mama-mama diluar menyangkut PON 2021 nanti yang akan dimulai pada September mendatang, karena peserta berasal dari mana-mana akan masuk.

“Dari pusat sampaikan bahwa masyarakat di sekitar tempat pelaksanaan PON harus di vaksin. Saya sampaikan kepada mereka kalau orang Papua katakan bahwa yang virus corona itu orang pendatang bukan Papua. Tapi ini kenyataan bahwa covid itu ada, namun dengan kepentingan PON mau dan tidak harus vaksin,”tegas Bupati.

Bupati mengungkapkan mama-mama Papua juga nantinya akan menjual ciri khasnya seperti noken, makanan lokal dan lainnya sehingga memang harus melakukan vaksin. “Kami lagi atur untuk sosialisasi kepada ibu-ibu yang akan berjualan di tempat venue pelaksanaan PON 2021. Distrik, lurah harus sosialisasi kepada masyarakat agar dapat melaksanakan vaksin dan terapkan protokol kesehatan 3M. Karena kalau tidak orang-orang dari luar akan lari,”ungkapnya.

Sementara, Ketua Panitia Ny Leenjte Siwabeshy Paiman dalam laporannya menyampaikan bahwa Rakerda II TP PKK berlangsung sesuai dengan jadwal tanggal 18-20 Mei 2021 dalam keadaan aman dan lancar.

Peserta sebanyak 224 orang yang terdiri dari perwakilan TP PKK 18 distrik sebanyak 144 orang dan perwakilan pengurus TP PKK kabupaten sebanyak 80 orang. Ia mengatakan, Rakerda dibagi dalam 3 sesi yaitu materi yang diberikan dari internal pengurus TP PKK kabupaten yaitu Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan para ketua Pokja.

Kedua, Eksternal dari Kepala Bappeda Kabupaten Mimika tentang alur penganggaran TP PKK mulai dari kampung, distrik dan kabupaten melalui musrembang. Ketiga, dari Dinas Kesehatan tentang stunting, Dinas Pemberdayaan Perempuan tentang KDRT dan pernikahan usia dini dan Kepala Dinas Pendidikan untuk Paud dan anak putus sekolah.

Dari pemateri pertama sampai dengan pembagian domisi dan perumusan oleh tim perumus antusias dari semua anggota PKK baik itu distrik dan kabupaten mengajukan pendapat usul dan saran sangat luar biasa. “Hasil yang dihasilkan dari Rakerda ini adalah perumusan oleh tim perumus menghasilkan sinergitas dan kemitraan atau TP PKK baik distrik maupun kabupaten,”ungkapnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait