Proyek Multi Year 25 M GKI Klasis Baru Di Bayarkan 4 M

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Pembangunan Kantor Klasis GKI Kabupaten Mimika mulai tahun 2020 dikerjakan oleh pihak ke 3 dengan proses kontrak tahun jamak (Multiyears Contract) dengan nilai kontrak adalah Rp25 miliar. Proyek Multiyears yang dikerjakan sejak tahun 2020 dan akan berakhir pada tahun 2021 ini.

“Mereka tetap kerja, karena kita kemarin menyangkut kodefikasi nomenklatur itu berubah, sehingga tidak masuk ke dalam DPA induk tetapi nanti kita tetap ajukan lewat perubahan,” Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Mimika Marthen Sawy di kantor Kesra, Selasa (6/5/2021).

Bacaan Lainnya

Untuk progres penyerapan anggarannya Marthen menjelaskan bahwa dari nilai kontrak Rp25 Miliar, sekitar Rp4 Miliar sudah dibayar oleh pemda Mimika. Proses pembayarannya disesuaikan dengan progres pekerjaan atau prestasi kerja. Untuk nilai pekerjaannya hingga saat ini pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ke 3 sekitar Rp8 miliar.

Karena proyek tersebut sifatnya multiyears sehingga kalaupun pemerintah tidak biayai sekarang, kontraktor yang menang tender kegiatan tetap berusaha untuk kerja, karena pemerintah tetap akan bayar. Kontraktor yang dipercayakan harus bisa kerja sampai dengan target selesai.

“Kita akan bayar sesuai dengan progres jadi nanti kita lihat di anggaran perubahan ini. Sehingga mereka tetap kerja,” jelasnya.

Menurut Marthen sesuai aturan pihaknya akan bayar sesuai dengan prestasi kalau pun itu multiyear. Yang di lihat adalah progres, sejauh mana, apa yang dikerjakan, penyerapan sejumlah dana yang dianggarkan, kalau itu penyerapan sampai dia kerja sesuai dengan yang di rencanakan yah kita bayar seuai dengan itu, Tapi tidak sampai target yah tetap jalankan aturan, bayar sesuai progres

“Kalau tahun ini tidak masuk DPA tetap dia kerja, kan nanti masuk di perubahan yang nantinya kita akan bayarkan sekitar bulan Oktober atau November sesuai dengan yang dikerjakan,” ujarnya.

Terkait dengan kesalahan konstruksi Marthen mengungkapkan bahwa sempat terjadi kesalahan konstruksi dimana perlu perubahan dengan penambahan penopang, karena rencananya gedung tersebut dua lantai dengan kapasitas penampungan lantai dua sebanyak sekitar 2000 jiwa,sehingga ada sekitar 70 tiang pancang yang harus diperbaiki baru bisa dilanjutkan. “Untuk kesalahan konstruksi itu sudah perbaiki, dibenahi dan dikerjakan,” ungkapnya.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait