PPI Paomako Siap Jadi Pelabuhan Perikanan Besar

Dirjen PDSPKP Saat berada di PPI Paomako bersama Sekda Mimika dan rombongan, Rabu (29/01).

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I     Direktorat Jendral (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) menyebutkan, Rabu(29/01) bahwa Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako akan menjadi pelabuhan besar ke depannya.

Hal itu disampaikan Ditjen PDSPKP RI, Dr Agus Suherman, S.Pi., M.Si saat melakukan kunjungan di PPI Poumako didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mimika, Merthen Paiding dan Kepala Dinas Perikanan, Liientje A.A. Siwabessi, Rabu siang tadi.

Agus mengatakan, pihaknya merasa kaget melihat aktvitas di PPI Poumako yang begitu berjalan dengan sangat baik. Sehingga bisa menghasilkan kontribusi besar dan dampak yang sangat luar biasa bagi masyarakat, khususnya para nelayan yang ada di sekitar pelabuhan Poumako.

“Di sini bakal ramai dan luarbiasa ini nantinya, Bu Kadis, siap-siap saja. Saya tidak nyangka ternyata bergeliat luarbiasa dan saya berikan apresiasi sekali,” kata Agus.

Agus menjelaskan, tujuan pihaknya melakukan kunjungan ke PPI untuk melihat sentra perikanan terpadu yang ada di Kabupaten Mimika. Dari pengamatan yang ada di lapamgan, pihaknya merasa bersyukur PPI Poumako memberikan kontribusi yang besar.

Lanjutnya, Pemkab Mimika sudah bisa membeli hasil perikanan dari nelayan dengan harga yang bagus. Ikan tangkap, dulunya dibeli dengan harga Rp5000,- hingga Rp6000,-., sekarang justru mampu dibeli dengan harga Rp8000,- hingga Rp9000,-.

“Realitas kita lihat nyata hari ini, hasil kerja keras Pemkab Mimika sudah bisa berkontribusi. Ada ratusan nelayan yang ikannya tidak susah untuk dijual dengan harga yang bagus,” ucap. Agus.

Agus mengungkapkan, melihat kapasitas ikan yang melimpah ini, pihaknya tahun ini akan memberikan bantuan Cold Storage untuk bisa menampung ikan lebih banyak lagi.

“Ikan disini sangat banyak dengan kapasitas Cold Storage yang ada yaitu 12 ton, kami rasa masih kurang dan tahun ini kita akan tambah,” ungkapnya.

Agus menambahkan, masih ada kekurangan yaitu pengelolaan pelabuhan. Jika harus dikelola oleh pusat, pihaknya menyarankan bekerjasama dengan pusat tetapi manfaat dan kontribusinya untuk masyarakat nelayan yang ada di Poumako.

“Tapi disini masih butuh pengelola, disini pelabuhannya masih kurang ini. Nanti kalau sudah dibikin, terus seumpama dikelola oleh pusat, tidak apa-apa yang penting manfaatnya sangat besar buat masyarakat disini,” ujarnya. (Mrc)

Pos terkait