Polsek Mikbar Catat 3 Kasus Kejahatan Dalam Enam Bulan Terakhir

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14 | Kepolisian Sektor Mimika Barat mencatat dalam enam bulan terakhir terdapat tiga kasus kejahatan yang terjadi diwilayah itu. Dari tiga kasus tersebut dua diantaranya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT)terjadi di Kokonao Distrik Mimika Barat dan Satu terjadi di Distrik Amar.

Kapolsek Mimika Barat, Iptu AD Wasia mengatakan, sejak menjabat sebagai Kapolsek, angka kejahatan di wilayahnya terbilang nihil. Hal tersebut terjadi karena kepolisian dan tokoh adat setempat berkomitmen untuk melarang minuman beralkohol masuk di wilayah itu

Muat Lebih

“Sejak enam bulan saya menjabat ini, tidak ada kami temui anak-anak mabuk lalu bikin rusuh di sini,” tuturnya saat ditemui Tabaos14 di Ruang Kerjanya, Minggu (28/6).

Ia mengatakan, selama ini kasus KDRT yang terjadi dipengaruhi oleh minuman beralkohol. Namun setelah aparat Kamtibmas dibantu aparat kampung terus proaktif sehingga kasus KDRT di wilayah itu menurun.

“Angka KDRT juga minim. Selama ini yang kami tangani itu ada dua kasus. Itu masalahnya bukan karena dipicu oleh miras, tapi karena ibu itu punya suami tidak mau mencari (memancing, red) akhirnya pukul istri,” terangnya.

Wasia mengatakan, meskipun tidak ada kegiatan resmi pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat. Hal ini dilakukan agar terjadi keakraban antara masyarakat dengan kepolisian.

“Kami itu baik dalam tugas maupun di luar tugas itu kegiatan sehari-hari itu duduk dengan masyarakat, jadi kalau ada masalah, ya kita selesaikan secara kekeluargaan,” tuturnya.

Wasia menjelaskan, petugas di Polsek Mikbar sendiri berjumlah delapan personil dengan membawahi tiga wilayah distrik, yakni Distrik Mimika Barat, Distrik Amar dan Distrik Kapiraya.

“Kemarin itu tanggal 2 Mei, ada kasus pembunuhan, penganiayaan dan kekerasan dalam rumah tangga akibatnya korban meninggal dunia. Itu ombak besar, kami tempuh ke Desa Amar. Kami tangkap pelaku, dan korban kami bawa ke sini untuk dikubur. Itu kami selesaikan secara kekeluargaan, namun pelaku tetap kami proses hukum,” pungkasnya.

Reporter : Fabi/Yonri
Editor : Tahir

  • Whatsapp