Polres Mimika Mediasi Masalah Postingan di Medsos Obat Puyer Berisi Serpihan Kaca Yang Ternyata Gula Kristal

Kasatreskrim Kasatreskrim Polres Mimika Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar bersama pihak klinik dan orang tua pasien usai memberikan keterangan di kantor Pelayanan Polres Mimika, Kamis (21/7/2022).

Timika – Tabaos14 | Pihak Polres Mimika melalui Satreskrim melakukan mediasi terhadap video viral dari postingan di medsos FB terkait obat racikan (Puyer) yang mengandung serpihan kaca yang ternyata adalah gula kristal.

Kasatreskrim Polres Mimika Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar di kantor pelayanan Polres Mimika, Kamis (21/7/2022) mengatakan, setelah ditindak lanjuti kejadian tersebut dari keterangan dokter ternyata serpihan kristal tersebut adalah gula pasir.

Menurut keterangan dokter gula pasir tersebut memang diberikan sesuai dengan resep untuk menghilangkan rasa pahit dalam obat yang diberikan kepada anak-anak.

“Setelah dipertemukan keluarga pasien dengan ketua IDI dr Leo dan dr Mozes Untung dan dijelaskan itu adalah gula kristal. Tapi memang ada sedikit kealpaan dari yang meracik yaitu tidak menggerus gula itu dengan baik sehingga ada sisa yang belum tergerus nampak seperti serpihan kaca,” kata Kasat Reskrim.

Untuk kronologi kejadian tersebut Kasat Reskrim menjelaskan, yaitu pada senin 15 Juli 2022 awalnya orang tua dari pasien datang ke klinik Rafael di jalan Elang Timika sedang sakit dan didapat anak tersebut sakit Malaria.

Kemudian orang tua pasien minta anaknya disuntik dan oleh dokter disuntik dan diberikan obat puyer untuk penurun panas. Setelah pada hari selasa 16 Juli 2022 barulah orang tua tersebut akan memberikan obat puyer tersebut kepada anaknya yang sakit.

Tetapi setelah dibuka bungkus obat puyer tersebut ada semacam butiran kristal seperti pecahan kaca. Sehingga oleh orang tua pasien tersebut diunggah di medsos FB.

“Mungkin orang tua pasien ini kurang begitu mengerti atau tidak paham sehingga butiran seperti kristal tersebut dikira serpihan kaca kemudian diunggah di medsos dan viral. Kemudian dikomentari oleh seorang dokter yaitu dr Mozes Untung yang mengatakan itu adalah gula kristal,” Jelas Kasatreskrim.

Kemudian terhadap masalah tersebut Kasateskrim mengungkapkan, kelanjutan masalah tersebut disepakati masing-masing pihak membuat pernyataan dan diselesaikan secara kekeluargaan.

“Intinya masalah ini tidak dilanjutkan dan postingan di medsos tersebut akan dihapus. Masalah ini menjadi pembelajaran siapa saja agar bijak menggunakan medsos,” ungkap Kasatreskrim.

Kemudian mewakili pihak klinik dr Mozes Untung meminta maaf atas kejadian tersebut pihaknya berharap kejadian ini tidak menjadi bola liar yang dialihkan isunya ke hal-hal yang lain yang tidak diinginkan.

“Penambahan gula ini untuk mempermudah anak-anak dalam meminum obat, karena anak-anak ini sangat susah minum obat kalau sakit,”ungkapnya.

Selanjutnya orang tua pasien yang juga pemilik akun meminta maaf dan menganggap masalah tersebut sudah selesai. Pasalnya pihaknya sama sekali tidak mengetahui bahwa itu adalah gula pasir.

“Saya benar-benar tidak tau dan tidak ada maksud apa-apa, saya posting di medsos itu memang saya tidak tau dan selanjutnya tidak ada masalah lagi,”ujarnya.

Pos terkait