Politisi Hanura Usulkan Tokoh Mimika Jadi Nama Jalan

  • Whatsapp

Politisi Partai Hanura, Saleh Alhamid.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I     Politisi senior Partai Hanura di Kabupaten Mimika, Saleh Alhamid mengingatkan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemdakab) Mimika agar berkenan memanfaatkan nama tokoh Mimika menggantikan nama beberapa ruas jalan di Kota Timika.

Ketua Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang kembali terpilih menduduki kursi legislatif Mimika ini mengungkapkan, perihal usulan pemanfaatan nama tokoh asli Mimika sebagai pengganti nama jalan dalam Kota Timika ini, sudah pernah diparipurnakan.

“Memang masih harus dibuatkan peraturan daerah (Perda)-nya, tapi ini mestinya berkenan menjadi salah satu perhatian pemerintah juga. Kalau saya bicara sebelum jadi Dewan, itu mungkin bisa dipahami bahwa saya mungkin cari ‘panggung’ tapi ini kan tidak. Saya lebih melihatnya sebagai salah satu bentuk apresiasi juga dari pemerintah dan masyarakat daerah ini yang patut dilakukan, ” ujar Saleh Alhamid disela-sela aktivitas paginya yang belum padat di Kantor DPRD Mimika, Selasa (14/01).

Dari sejumlah tokoh Mimika yang layak dipertimbangkan, Saleh Alhamid mengungkapkan, merasa penting untuk memberi apresiasi bagi nama almarhum Uskup Jhon Philip Saklil Pr. Tidak ketinggalan pula nama mantan Bupati Mimika Pertama, Drs Titus O. Potereyauw.

Menurut Alhamid, apapun yang orang mau bilang, mereka ini tokoh yang memiliki jasa besar bagi perkembangan Mimika disaat ini. “Apa juga kepentingan saya, saya seorang muslim dan politisi. Tapi bagi saya, mereka itu harus dikenang masyarakat daerah ini. Bentuk yang bisa dilakukan sangat sederhana, abadikan nama mereka menjadi nama salah satu jalan dalam Kota Timika ini. Buat apa kita pakai nama yang masyarakat disini juga tidak pernah tahu, siapa mereka, ” jelas Alhamid.

Meski hanya sekedar diskusi, dirinya menekankan bahwa soal itu sudah pernah diparipurnakan oleh DPRD Mimika. Kini hanya perlu dikonkritkan dengan pembuatan Perda-nya saja. “Kita lihat saja, karena sampai saat ini Dewan Mimika juga belum bisa beraktivitas secara berkualitas. Jadi ya kita tunggu saja,” ujarnya santai.

Sepertinya, apa yang diperbincangkan Alhamid sepele tetapi memiliki manfaat ganda jika berkenan dimanfaatkan atau dipastikan pemanfaatan nama tokoh-tokoh dimaksud. Setidaknya, hal seperti itu bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat untuk mengenang sosok tokoh-tokoh dimaksud sebagai pihak yang pernah memberikan perubahan bagi sebagian besar masyarakat daerah ini. Itu juga bisa menjadi suatu kebanggaan karena jika daerah lain kurang bisa memanfaatkan nama tokoh lokal sebagai nama jalan atau apapun itu, maka Pemdakab Mimika justru mampu melakukannya.

“Bagus juga kan dan sudah jelas tidak ada salahnya, ” ucap Alhamid mengakhiri diskusinya bersama Tabaos14.com.

Mungkin saja tidak salah, tetapi sepertinya tetap membutuhkan persepakatan dari sejumlah pihak yang berkepentingan dengan soal seperti yang diusulkan Alhamid. Hal ini yang mungkin siap jadi pertimbangan pemerintah, meskipun dari instansi terkait dengan soal itu masih perlu juga dimintai pendapat pemikirannya.(samone)

Pos terkait