Polisi Masih Selidiki Kasus Penembakan Oleh KKB Terhadap Warga di Intan Jaya

  • Whatsapp

JAYAPURA  –  Tabaos14  |   Kepolisian Daerah (POLDA) Papua merilis kasus penembakan dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang mengakibatkan satu orang warga sipil meninggal dunia yang terjadi pada Jumat tanggal 29 Mei 2020, di Jalan Trans Papua Magataga (Perbatasan Kabupaten Intan jaya dan Kabupaten Paniai).

Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw mengatakan bahwa Satgas Gakum Pinang Sirih yang bertugas disana saat telah melakukan upaya-upaya pengejaran.

Bacaan Lainnya

“Terkait kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya 29 Mei lalu, kita dapati keterangan dari saksi yang mengatakan ada 2 orang yang mengendarai sepeda motor dan rantainya terputus, tiba-tiba mereka mendengar suara tembakan 8 kali,” kata Kapolda melalui Press Releasenya, Selasa(02/06).

Kapolda mengatakan, adapun kronologis kejadian Jumat tanggal 29 Mei 2020 dari keterangan saksi Pater Niko Wakey bahwa sebelumnya saksi dari Kabupaten Paniai setelah mengantar salah satu anaknya, kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Kampung Mbugulo, Distrik Wandai.

” Namun sesampainya di Kampung Magataga, Distrik Wandai (Perbatasan Kabupaten Paniai dan Kabupaten Intan Jaya), kendaraan roda 2 milik saksi mengalami putus rantai motor, lalu saksi bergegas untuk memperbaikinya. Selesai memperbaiki rantai motor yang putus, tiba-tiba terdengar suara tembakan sekitar 8 kali lalu saksi memberanikan diri untuk mendekati sumber suara tembakan tersebut,” katanya.

Setelah dalam perjalanan menuju ke sumber suara tembakan, saksi bertemu dengan tiga orang yang mengaku (TENTARA HUTAN) dan salah 1 orang tersebut menyampaikan kepada saksi bahwa, “Tikus Padi Kami Sudah Bunuh Di Belakang”, selanjutnya saksi memberanikan diri untuk menyampaikan kepada ke 3 orang tersebut bahwa saksi atas nama pihak Gereja akan mengurus serta membawa Jenazah ke Distrik Sugapa.

“Dan di tanggapi oleh ke 3 orang masyarakat tersebut bahwa, “Silahkan Kalau Mau Bawa Kami Sudah Tidak Perlu, Karena Kami Sudah Buang Dia” selanjutnya saksi meminta ijin kepada ke 3 orang masyarakat tersebut untuk melintas menuju Kampung Alemba, Distrik Homeyo sebab saksi masih merasa takut apabila langsung menuju TKP,” kata Kapolda.

Selanjutnya kata Kapolda pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2020, saksi berangkat menuju Kampung Magataga (TKP) untuk mengambil Jenazah, pada saat perjalanan menuju Kampung Magataga (TKP) Saksi kembali bertemu dengan Polisi Hutan

” Saksi bertemu dengan sekelompok yang mengatasnamakan TENTARA HUTAN dan kembali meminta ijin untuk membawa Jenazah ke Distrik Sugapa, sempat terjadi adu mulut antara saksi dengan sekelompok TENTARA HUTAN, bahwa Jenazah akan di buang oleh sekolompok TENTARA HUTAN di kali Kemabu, tapi pada akhirnya sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan TENTARA HUTAN memberikan ijin untuk membawa Jenazah bernama Yunus Sani dengan di kawal oleh sekelompok TENTARA HUTAN dari Kampung Magataga menuju seberang Kali Kemabu, setelah sampai di seberang Kali Kemabu, sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan TENTARA HUTAN meninggalkan saksi,” katanya.

Ia menambahkan, sesampainya di seberang Kali Kemabu, saksi di bantu oleh beberapa masyarakat yang berada di sekitar Kali Kemabu selanjutnya membawa jenazah menuju Kampuang Bilai, Distrik Homeyo, kemudian dilanjutkan membawa jenazah ke Kampuang Mamba Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya. (Tahir)

Pos terkait