Polda Papua Tetapkan Delapan Orang Jadi Tersangka Dalam Aksi Pengibaran Bintang Kejora di GOR Cenderawasih

  • Whatsapp
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal

Timika-Tabaos14 | Kepolisian Daerah (Polda) Papua, melalui Direktorat Reskrimum Polda Papua, menetapkan delapan orang menjadi tersangka dalam kasus pengibaran bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih, Kota Jayapura, Rabu (1/12/2021).

Penyidikan kasus tersebut berdasarkan Laporan Polisi LP/ A / 182 / XII / 2021 /SPKT.Ditreskrimum/Polda Papua, tanggal, 01-12-2021.

Bacaan Lainnya

Delapan orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik melakukan pemeriksaan intensif serta gelar perkara yang dipimpin oleh Dir Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol, Faisal Ramandani.

Kedelapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut diketahui berinisial MSY,YM, MY, MK, BM,FK,MP, dan MW.

MY berperan sebagai pemimpin aksi dan pengibar bendera bintang kejora di GOR Cenderawasih, membuat bendera dan spanduk. Selain itu MY juga memimpin rapat tanggal 30 November 2021 di sekitar Asrama Maro terkait persiapan aksi pengibaran bendera bintang kejora dan longmarch di GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua.

Sedangkan ketujuh tersangka lainnya, juga ikut dalam pengibaran bendera bintang kejora serta longmarch dari GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua. Ketujuh tersangka ini juga mengikuti rapat pada tanggal 30 November 2021 di Asrama Maro, terkait persiapan aksi pengibaran bendera bendera dan longmarch di GOR Cenderawasih menuju kantor DPRP Papua serta membentangkan spanduk dan ikut menyanyikan lagu serta meneriakkan “Papua Merdeka ” selama longmarch.

Adapun barang bukti yang diamankan dari para pelaku adalah, dua buah bendera bintang kejora,satu buah spanduk bertulisakan “Self Ditermination For West Papua Stop Melitarisme In West Papua”, dan satu buah spanduk bertuliskan “Indonesia Segera Membuka Akses Bagi Tim Investigasi Komisi Tinggi HAM PBB Ke West Papua”.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangan tertulisnya Kamis (2/12/2021) mengatakan berdasarkan bukti permulaan yang cukup yakni adanya persesuaian antara keterangan saksi, petunjuk, dan barang bukti yang diperoleh. Maka, patut diduga kuat bahwa pada tanggal 30 November 2021 sekitar pukul 17.00 WIT bertempat di sekitar Asrama Maro telah terjadi perencanaan.

Kemudian lanjut Kamal, pada tanggal 1 Desember 2021 sekira pukul 13.00 WIT bertempat di halaman GOR Cenderawasih telah terjadi peristiwa hukum yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yang dilakukan oleh delapan orang tersangka sebagaimana dimaksud pasal 106 KUHP Jo Pasal 110 KUHP Jo Pasal 87 KUHP tentang permufakatan untuk melakukan kejahatan terhadap keamanan negara.

“Kedelapan tersangka tersebut telah ditahan di Rutan Mapolda Papua untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Penahan tersebut berdasarkan Surat perintah penahanan nomor 197, 198, 199, 200, 201, 202, 203 dan 204, tanggal 2 Desember 2021,”kata Kamal.(sel)

Pos terkait