Polairud Polda Papua Amankan 21 Ton BBM Subsidi Asmat Dari CV Anos Jaya

  • Whatsapp

Tim Gabungan Polairud Polda Papua  di Lokasi Penampungan  21 Ton BBM
Subsidi Asmat di Lokasi CV Anos Jaya. (Foto:istimewa)

 

Bacaan Lainnya

JAYAPURA – Tabaos14    I     Polairud Polda Papua, Senin (17/02) silam mengamankan sebanyak 21 Ton Bahan Bakar Minyak (BBM) dari pelakunya CV. Anos Jaya milik H. Baharuddin di Agats Kabupaten Asmat.

“Dari hasil gelar perkara yang sudah dilakukan, CV. Anos Jaya dan pemiliknya disangkakan melakukan penyelewengan minyak subsidi, yang melanggar Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. Sebagaimana Surat Edaran Bupati Asmat tentang Selisih Harga BBM Subsidi untuk harga Bensin pada APMS Rp6.450,- dan dijual kembali dengan harga Sub Pengercer Rp8.000,-. Harga Pengecer Rp.10.000,-. Sementara saat ini, BBM subsidi bensin dijual dengan harga Rp14.000,- per liter di Agast ,” kata Pers Dit. Polairud Polda Papua, AKP. Laurentius Kordiali, S.H via selulernya, Minggu (23/02) malam.

 

Hasil penyelidikan gabungan Dit Polairud Polda Papua Bersama Personel KP. Bima 7014 Dit. Polair Korpolairud Baharkam Polri dan Kasat Polairud Res. Asmat ditemukan adanya penyalahgunaan BBM Subsidi di Kabupaten Asmat, Senin (17/02) Pukul 11.00 WIT di wilayah pesisir perairan Agast Kabupaten Asmat.

Penyelidikan dilakukan Pers Dit. Polairud Polda Papua, AKP. Laurentius Kordiali, S.H. Kasat Polairud Res. Asmat, Ipda. Julius Jeneres. Dit. Polairud Polda Papua, BrigPol. O. Tanga Wila. KP. BIMA 7014 Dit. Polair Korpolairud Baharkam Polri, BrigPol. Irkham Shakhiballah. KP. BIMA 7014 Dit. Polair Korpolairud Baharkam Polri, Bripda Jeremia Melikunusa.

Dalam penyelidikan itu telah diperiksa dan diamankan tempat usaha penjualan BBM Subsidi itu, yang dinilai menyalahgunakan Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah seperti diatur dalam Pasal 55 UU No. 22 tahun 2001 tentang Migas.

 

Tempat usaha penjualan BBM tersebut ditemukan atas nama Badan Usaha CV. ANOS JAYA, Pangkalan H. Baharuddin milik Haji Baharuddin yang beralamat di Cemenes Pinggir Sungai Aswet, Perairan Agats Kabupaten Asmat.

Dalam pendalaman Tim itu, ditemukan Barang Bukti (BB) berupa Bensin 8.5 Jl dan Solar sekitar 13 Kl. Pelaku dikenakan sanksi Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Kejadian ini dianggap sebagai modus CV. Anos Jaya membeli BBM subsidi dari APMS dengan harga BBM jenis bensin Rp6.450 / Liter dan BBM jenis solar Rp5.150 per Liter untuk ditimbun di Pangkalan CV. Anos Jaya. Selanjutnya, dijualnya kembali dengan harga dua kali lipat atau dengan harga Rp14.000 per Liter melebihi harga subsidi.

 

Lokasi CV. Anos Jaya kini telah Police line, serta diamankan beberapa barang bukti guna dilakukan pelimpahan penyidikan lebih lanjut ke Subditgakkum Polairud Polda Papua.

Dalam hasil penyelidikan Tim Gabungan itu, Jumat (21/02) telah dilakukan proses gelar perkara oleh Subditgakkum Polairud Polda Papua dipimpin langsung Dir Polairud Polda Papua, Kombes Pol. Ir. Kasmolan, M.A.P.

Bahkan melalui pesan What’s App (WA) juga, Dirpolairud Polda Papua mengatakan, Senin (24/02) akan dikirim kembali 4 (Empat) orang penyidik dari Dir Polairud Polda Papua.

“Empat orang itu akan dipimpin langsung Kasubdit Gakkum Dit Polairud Polda Papua, AKBP. Toni Ananda,” kata Dir Polairud Polda Papua, Kombes Pol. Ir. Kasmolan.(tmk)

  • Whatsapp

Pos terkait