Plt Kepala Disperindag Mimika Soal BBM : Stok Premium Untuk Mimika Tersedia Hingga 2022

  • Whatsapp
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Petrus Palliamba.

Timika   –  Tabaos14  |  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, Petrus Palliamba menuturkan jatah BBM jenis premium untuk Papua khususnya Kabupaten Mimkka masih ada hingga 2022 mendatang. Namun jatah premium ini dialihkan untuk kebutuhan nelayan sehingga tidak lagi dipasarkan lagi di SPBU-SPBU.

” Kami selalu berkomunikasi rutin dengan BP Migas termasuk Pertamina konfirmasi soal premium ini. Persediaan kita masih ada hingga tahun depan, tapi kenapa mereka tidak jual di SPBU. Katanya premium sudah dialihkan untuk nelayan dan SPBU hanya boleh jual pertalite dan Pertamax,” kata Petrus dihadapan anggota DPRD Mimika dalam rapat bersama, Selasa (30/11).

Bacaan Lainnya

Soal jatah untuk Kabupaten Mimika kata Petrus sesuai edaran yang di keluarkan pusat yakni premium sebanyak belasan juta liter, solar juga belasan Juta liter, pertalite sama belasan juta liter.

Yang sudah terdistribusi masih banyak dan jika terjadi kelangkaan karena BBM baru didistribusikan ke kota pada jam 10 pagi di setiap SPBU, jadi warga baru bisa dilayani pada jam 10 lagi.

” Menurut penjelasan Pertamina kenapa mereka baru distribusi mulai jam 10 pagi karena sebelum minyak masuk pemilik SPBU harus bayar terlebih dahulu baru minyak ada. Jadi kalau pemilik SPBU bayar pagi maka minyak baru dijual ke warga 10 pagi,” kata Petrus.

Petrus menjelaskan soal keterbatasan kendaraan pengangkut minyak sangat terbatas.

Jober hanya punya beberapa mobil pengangkut minyak untuk melayani semua SPBU dalam kota ini.

Soal tambahan kendaraan pihaknya harus bicara dengan vendor penyedia mobil angkutan minyak ini.

Anggota DPRD Mimika dan Gerindra Nurman Karupukaro menuturkan DPRD harus cari datanya jika BBM dengan belasan juta liter tiap tahun tapi selalu langka tanpa penyebab ini ada apa ?

Atau jangan-jangan minyak tumpah di laut lepas tanpa pengawasan. Solusinya DPRD, Disperindag pergi bertemu BP Migas dan Pertamina di Jakarta.

Sementara anggota dewan dari Gerindra lainnya Tanzil Azhari , Timika selalu mengeluh minyak langkah. Praktek mafia jual BBM di tengah laut satu liter Rp 15.000 ketimbang di darat hanya Rp 8.000 atau 9.000 per liter. (rus)

Pos terkait