Petugas Kebersihan Timika Mogok Tuntut Naik Gaji

  • Whatsapp

Situasi Aksi Demo Petugas Kebersihan Kota Timika Tuntut Kenaikan Gaji, Senin (11/02) di Halaman Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mimika.

 

Bacaan Lainnya

TIMIKA – Tabaos14    I   Ratusan petugas kebersihan di Kota Timika, Senin (11/02) menggelar aksi demonstrasi menuntut kenaikan upah kerja seperti yang telah di janjikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika sebelumnya. Aksi tersebut dilaksanakan di Kantor DLH Kabupaten Mimika.

“Kita dijanjikan, kecuali kita tidak dijanji.
Kepala Dinas minta supaya kota ini bersih dan kita sudah bersihkan. Kalau tidak ada keputusan maka kita belum bisa kerja. Harus keputusannya jelas, ya atau tidak naik gaji,” kata Koordinator Aksi, Wilson kepada wartawan di Kantor DLH Kabupaten Mimika.

Wilson mengatakan, saat ini jumlah petugas kebersihan di Kota Timika berjumlah 137 orang yang aktif melakukan tugas rutin sehari hari membersihkan sampah di Kota Timika.

Ditegaskannya bahwa, jika aspirasi yang sudah disampaikan oleh rekan-rekannya tidak ditanggapi secara serius maka pihaknya kembali menggelar aksi demo lagi di Kantor DPRD dan juga di Kantor Bupati Mimika.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika, Ir Limi Mokodompit kepada wartawan mengatakan, apa yang menjadi aspirasi dari para petugas kebersihan adalah hal yang standart karena pada dasar para petugas kebersihan menginginkan kenaikan gaji.

“Mereka ingin gaji dinaikan sesuai standart, itu wajarlah. Kita kan dalam sistem penggaran itu, kita yang mengusulkan tapi namanya mekanisme penganggaran itukan lebih tepat tanyakan kepada tim anggaran karena mereka yang akan menghitung,” kata Limi.

Limi mengatakan, para pekerja juga menginginkan agar jatah makanan yang selama ini mereka dapatkan diuangkan saja. Dijelaskannya, jika para pekerja menginginkan agar jatah makannya tersebut ditingkatkan menjadi lebih mewah lagi maka hal tersebut tidak bisa dipenuhi oleh pihaknya karena anggaran untuk makan sendiri sudah sangat terbatas.

“Waktu itu pertimbangan kita, mereka ini kerja keras untuk angkut sampah. Kita harus pastikan bahwa, mereka itu harus sarapan baru kerja. Kalau uang, takutnya mereka tidak belikan makanan. Lantas kemudian makanannya harus mewah, ya sesuai anggaran. Kitakan 50 ribu permakanan, ” kata Limi.

Pantuan Tabaos14.com, akibat aksi mogok kerja dilakukan tersebut maka tampak sampah-sampah berserakan di dalam Kota Timika sejak pagi hari karena tidak ada petugas kebersihan yang mengangkut.

Namun, pada siang harinya tampak para petugas mulai melakukan aktivitas pengakutan sampah seperti sedia kala.(**/samone)

Pos terkait