Pengelolaan Besi Tua Tidak Dinikmati Seutuhnya Oleh Masyarakat, Sejumlah Warga Lemasko Datangi Kantor DPRD Serahkan 7 Tuntutan

  • Whatsapp
Hendrikus Atapemame didampingi Markus Timang saat menyerahkan tuntutan kepada DPRD Mimika

Timika – Tabaos14 | Sejumlah warga Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) menggelar aksi demo di kantor DPRD Mimika, Senin (25/10/2021).

Demo tersebut terkait pengelolaan besi tua dari PT Freeport Indonesia yang hingga saat ini belum terealisasi seutuhnya oleh masyarakat 7 suku yang dituangkan kedalam sebuah lembar yang diserahkan kepada pihakDPRD Mimika.

Bacaan Lainnya

Tuntutan tersebut, diantaranya, Lemasko, Lemasa dan P2MA PTP menuntut beberapa hak yang selama ini belum di nikmati seutuhnya dari PT. Freeport Indonesia.

Lemasko, Lemasa dan P2MA meminta segera menghentikan pemindahan besi Eks. PT. Freeport Indonesia dari seluruh wilayah kerja FI ke wilayah Timika.

Batalkan perjanjian kontrak kerja antara Jamil Georgius Okuware dan PT Freeport Indonesia.

Kembalikan semua permasalahan eks PT.FI kepada MOU tanggal 13 Juli 2000 dan batalkan hubah tahun 2005 yang di berikan kepada Georgius Okuware.

Selesaikan pembayaran 100% untuk pembayaran Kantor Lemasko baru Sebesar Rp. 1.610.361.327.000.

Putusan Badan Lemasko No. 024/BM-Lemasko /I-A. I/2020 tentang pemberhentian Georgios Okuware sebagai PLT ketua Lemasko Periode 2019-2024.

Dalam orasinya, Ketua Badan Musyawarah (BM) Lemasko, Hendrikus Atapemame meminta untuk ditinjau kembali putusan Kasasi M.A No. 1080/K/PID/2012 dalam putusan Georgius Okuware Ketua Lemasko saat ini sebagai terdakwa.

Masyarakat Amungme dan Kamoro bersama 5 suku kerabat telah mengikuti perkembangan besi tua di area operasi PT Freeport Indonesia di Mile 38.

“Untuk itu mewakili masyarakat Kamoro memohon agar besi tua tidak boleh diangkut keluar lagi karna nantinya akan menimbulkan masalah yang serius,” kata Hendrikus Atapemame usai demo, Senin (25/10/2021).

Menanggapi aspirasi warga, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Mimika Norman Karupukaro mengatakan, DPRD rumah rakyat yang setiap saat selalu menerima aspirasi dan menyalurkan kepada orang-orang terkait yang memiliki kewenangan.

“Saya mengharapkan kesabaran dari saudara-saudara semua dan memberikan waktu kepada DPRD untuk mengundang dan menggelar pertemuan selanjutnya dengan pihak yang berkaitan dengan besi tua,” kata Norman.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Mimika Yohanes Felix Helyanan mengatakan, selama ini pihak DPRD Mimika tidak mengikuti perkembangan besi tua, untuk itu sebagai perwakilan rakyat akan mengundang sejumlah pihak untuk menggelar rapat terkait hal tersebut.

“Kita ini tidak tahu masalah besi tua itu, tapi nanti kami akan undang untuk kami bicara,” kata Wakil Ketua II.

Pos terkait