Penertiban Administrasi dan Pendataan Ulang , Pegawai Kontrak di Rumahkan Sementara

Sekda Kabupaten Mimika, Michael Gomar saat di wawancarai di rumah jabatan Sekda , Kamis sore (13/1/2022)
Sekda Kabupaten Mimika, Michael Gomar saat di wawancarai di rumah jabatan Sekda , Kamis sore (13/1/2022)

Timika – Tabaos14 | Berdasarkan surat Bupati Mimika 800/40 tentang pemberhentian pegawai, sebanyak 3.066 tenaga kontrak terhitung mulai hari ini tanggal 13 Januari 22 kembali dirumahkan sementara oleh pemerintah Kabupaten Mimika.

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Michael Gomar kepada Tabaos14.com di rumah dinasnya, Kamis (13/1).

Bacaan Lainnya

“Terkait dengan surat Bupati Mimika 800/40 tentang pemberhentian pegawai tidak tetap atau tenaga kontrak yang terhitung mulai hari ini tanggal 13 Januari 2022 kembali dirumahkan sementara oleh pemerintah Kabupaten Mimika,” jelas Michael Gomar.

Ia menyampaikan pemberhentian ini dilakukan guna penertiban administrasi dan pendataan ulang para pegawai honorer tersebut.

“Hal ini dilakukan dalam rangka penertiban administrasi dan pendataan ulang para pegawai tidak tetap atau tenaga kontrak yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika, baik di Dinas, Distrik, dan Kelurahan,” ujarnya.

Pemberhentian ini pun dilakukan sesuai hasil evaluasi di tahun 2021 bahwa SK kontrak yang sudah dikeluarkan bulan oktober 2021 sampai 31 Desember 2021 akan diperbaharui lagi dan diperpanjang terhitung dari tanggal 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022.

Pada tahun 2021, jumlah tenaga honorer sebelum dirumahkan berjumlah 3.975 pegawai. Namun, setelah dirumahkan dan dilakukan evaluasi serta diverifikasi kembali, jumlah tenaga honorer yang kembali aktif pada 1 Oktober 2021 hingga 31 Desember 2021 berkurang menjadi 3.066 pegawai.

Dengan masa kontrak yang berlanjut selama tiga bulan itu, Sekda mengatakan akan melakukan pendataan ulang berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan pimpinan OPD.

“3066 orang ini, kami akan melakukan pendataan ulang berdasarkan hasil penilaian atau assessment yang dilakukan pimpinan OPD terhadap kinerja, loyalitas, kedisiplinan, integritas, dan juga keaktifan dari para pegawai honorer yang selama ini kurang lebih tiga bulan aktif bekerja kembali di tahun 2021, dan akan melanjutkan atau menandatangani kontrak baru di tahun 2022,” terangnya.

Untuk itu, Sekda berharap Pimpinan OPD melakukan penilaian dan memasukan nama-nama para honorer yang benar-benar dapat mendukung kinerja organisasi dengan kedisiplinan dan keaktifan dari Pegawai honorer tersebut.

“Mulai terhitung hari ini, kami menunggu hasil penilaian yang dilakukan oleh Pimpinan OPD dan nanti akan disampaikan kepada bupati melalui Sekretaris Daerah. Batas waktunya bulan Februari minggu ketiga,” pungkasnya.

Pos terkait