Pemkab Mimika Tegas Terapkan Larangan Mudik Lebaran

  • Whatsapp

Timika – Tabaos14| Terkait dengan larangan mudik Pemerintah Kabupaten Mimika mengikuti keputusan dari Pemerintah pusat yaitu menindak lanjuti surat edaran Satuan tugas (Satgas) Covid 19 Nasional.

Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah selama 6 – 17 Mei 2021.

Bacaan Lainnya

Selain itu dalam adendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Selama Bulan Suci Ramadan 1442 Hijriah.

“Larangan mudik sudah ada edarannya, dan pada dasarnya kita di daerah menyesuaikan dari pemerintah pusat,” tegas Wakil bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob saat di temui di hotel Grand Mozza, Rabu (5/5/2021).

Menurut Wabup meskipun larangan tersebut diterapkan berdasarkan surat edaran tersebut, saat ini banyak masyarakat sudah melakukan perjalanan keluar Timika, namun tidak bisa dipastikan apakah orang tersebut mudik atau bukan.

“Ini yang membuat kita tidak bisa melarang masyarakat, karena tidak tahu mereka yang melakukan perjalanan ini apa karena memang ingin mudik atau karena ada kepentingan lain, ” tuturnya

Wabup mengungkapkan untuk menanggulangi hal tersebut pihaknya akan memperketat penjagaan dan pemeriksaan pada pintu masuk (bandara, pelabuhan), dan melakukan pemeriksaan secara intensif kepada masyarakat yang ingin masuk ke Mimika. Pemerintah akan tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi melindungi masyarakat dari penularan virus Covid-19

“Kita akan sikapi tegas pada saat mereka pulang di bandara dan pelabuhan, dan bagi mereka yang terdeteksi akan langsung kita tindaklanjuti, ” ungkap Wabup

Sementara itu terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) Wabup John tegaskan tidak ada aktivitas mudik. Adapun larangan mudik Lebaran berlaku efektif mulai tanggal 22 April sampai dengan tanggal 5 Mei 2021 dan 18 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2021, serta akan ditinjau lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan dan/atau perkembangan situasi terakhir di lapangan.

Adendum diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus rantai penyebaran COVID-19, di mana pada bulan Ramadan dan semakin mendekati Hari Raya Idul fitri Tahun 1442 H, terdapat peluang peningkatan mobilitas masyarakat, baik untuk kegiatan keagamaan, keluarga, maupun pariwisata yang akan meningkatkan risiko laju penularan COVID-19.

Reporter : Enol
Editor : Tahir

  • Whatsapp

Pos terkait