Pemkab Mimika Tak Tanggapi Mahasiswa Eksodus Tak Jelas

Situasi aksi demo damai Mahasiswa Eksodus beberapa waktu lalu di sentra pemerintahan Mimika.

 

TIMIKA – Tabaos14     I     Menanggapi demo mahasiswa eksodus di Kantor Pusat Pemerintahan beberapa waktu lalu, Ketua Tim peninjau mahasiswa yang juga wakil Bupati Mimika (Wabup), Johannes Rettob mengatakan bahwa, para mahasiswa yang melakukan demo tersebut statusnya tidak jelas. Pasalnya, kata Wabup, para mahasiswa Eksodus sudah kembali ke kota study bahkan tersisa dua orang sudah kembali ke kota studi beberapa hari lalu.

“Mahasiswa yang benar-benar ingin melanjutkan pendidikan itu sudah kembali ke masing-masing kota studi dan sudah melakukan aktifitas perkuliahan maupun sekolah seperti biasa. Kemarin hari Minggu, tersisa dua orang juga sudah balik, ” kata Wabup Rettob di Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Rabu (12/02).

Wabup mengungkapkan, pihaknya menolak jika para mahasiswa yang melakukan demo tersebut meminta untuk dikembalikan ke kota studi. Hal tersebut dikarenakan, Pemkab Mimika harus mengetahui para pendemo tersebut memang benar-benar mahasiswa atau bukan dan harus benar-benar jelas statusnya.

“Tidak, tidak, kita harus periksa dulu mereka. Kita harus cek mereka, apakah mahasiswa kah ataupun yang sudah DO kah atau memang betul mahasiswa tapi kita cek dulu,” ungkapnya.

Terkait jumlah mahasiswa yang ada di kota-kota studi, Wabup Rettob menjelaskan, jumlah mahasiswa baik yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Mimika maupun LPMAK berjumlah 1.336 dan dipastikan semua mahasiswa maupun pelajar sudah kembali untuk melanjutkan pendidikannya.

Sedangkan untuk mahasiswa yang diberhentikan karena DO itu, berjumlah 40 orang dan data tersebut jelas dan valid.

“Kita punya data jelas, dari mana mereka sebut jumlahnya ada 900. Kita boleh cek mahasiswa kita, baik LPMAK maupun pemerintah kabupaten saya hafal sekali,” jelasnya.

Wabup kembali menegaskan bahwa, mahasiswa eksodus yang melakukan aksi tersebut akan diperiksa kembali. Apakah benar mahasiswa ataukah mahasiswa yang sudah diberhentikan.

“Mahasiswa itu ada tiga macam, yang betul mahasiswa dan mau kembali ke sekolah, ada mahasiswa abadi yang masih ingin sekolah dan mahasiswa yang sudah tidak mahasiswa,” tegasnya.

Wabup Rettob menambahkan, pihak Pemkab Mimika dan LPMAK sebelumnya sudah memberitahukan agak para mahasiswa tidak melakukan Eksodus. Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh tim dalam kunjungan ke tempat-tempat study, tetapi apa yang terjadi para mahasiswa tetap lakukan eksodus.

“Dari fotonya, ada mahasiswa yang sudah diwisuda, makannya kita selidiki dulu mereka. Kemarin kita datangi agar tidak eksodus karena isu tersebut tidak ada di Papua,” ujarnya.(*#/samone)

Pos terkait