Pemkab Mimika Gelar Monitoring Evaluasi Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022

Suasana pelaksanaan Monev APBD tahun anggaran 2022 Kabupaten Mimika di Hotel Grand Mozza, Selasa (12/7/2022).

Timika – Tabaos14 | Pemerintah Kabupaten Mimika menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan APBD tahun anggaran 2022, yang kedua yang digelar secara tertutup dan dipimpin langsung oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng di Hotel Grand Mozza, Selasa (12/7/2022)

Kepala Bapeda Kabupaten Mimika Yohana Paliling saat ditemui usai rapat Monev mengatakan, realisasi fisik dari awal tahun hingga bulan Juni sudah mencapai 18,93 persen

“Realisasi fisik hingga bulan Juni 18,93 persen yang terdata dalam sistem simonev. Kalau secara manual realisasi fisik sudah mencapai 28 persen,” ujarnya.

Sementara untuk realisasi keuangan, Yohana menyebutkan sudah mencapai 22 persen.

“Ini tanpa TU. TU yang belum di nihil kan dan belum di-SPJ-kan sehingga belum dianggap sebagai serapan keuangan,” jelasnya.

Selanjutnya terkait dana DAK, Yohana mengatakan untuk realisasi keuangan masih nol persen.

“Itu karena kita masih menunggu hasil opstang. Terakhir itu di tanggal 19 Juli. Setelah itu baru bisa diajukan tagihan untuk kegiatan fisik,” tuturnya.

Perihal Dana Otonomi Khusus, realisasi fisik telah mencapai 18,51 persen. Sedangkan realisasi keuangan baru 10,21 persen.

“Arahan dari bapak Bupati, kita diharapkan untuk segera menyampaikan jika ada kendala. Jangan sampai ada kegiatan bermasalah yang tidak bisa diselesaikan dan akhirnya menjadi SILPA,” tandasnya.

Lebih lanjut Yohana juga memaparkan sejumlah OPD dengan bobot anggaran terbesar yang mana memiliki andil dalam percepatan penyerapan anggaran.

“Ada enam dinas yaitu PUPR, BPKAD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, serta Dinas Permukiman, Kawasan, dan Perumahan,” paparnya.

Menurut Yohana, ada beberapa OPD yang belum menginput dalam simonev karena pergantian pimpinan dan tenaga teknis pada OPD.

“Sebagian besar dari Distrik dan ada 11 Distrik yang belum masuk di simonev karena minimnya jaringan internet,” terangnya.

“Yang terlambat sesuai arahan bapak Bupati segera dengan tetap memperhatikan aturan-aturan yang berlaku. Dan kalau untuk perbandingan progres pekerjaan tahun lalu dan tahun ini dilihat masih sama,” pungkasnya.

Pos terkait